
Ombudsman Sultra Soroti Dugaan Jual Seragam SMAN 2 Kendari ( Kendarikini.com)
KENDARIKINI.COM - Ombudsman Sulawesi Tenggara (Sultra)
menyoroti dugaan penjualan paket seragam siswa kelas 10 SMAN 2 Kendari. Kepala
Perwakilan Ombudsman Sultra, Mastri Susilo, menyebut praktik tersebut
berpotensi menabrak aturan dan menimbulkan maladministrasi. Menurut
Mastri, Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 melarang sekolah negeri
mewajibkan orang tua membeli seragam tertentu.
"Secara formal bisa saja sekolah berkilah
tidak mewajibkan. Namun, secara faktual di lapangan, orang tua siswa sering
kali merasa tertekan dan wajib membeli," ujar Mastri, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan, Ombudsman akan memeriksa fakta di lapangan untuk memastikan
mekanisme pembelian seragam tersebut. Mastri juga menyoroti transparansi
harga paket seragam yang diduga mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
"Kalau diminta membayar hingga jutaan rupiah, harus ada transparansi.
Penjualan seragam di sekolah, sekalipun lewat koperasi, itu sebenarnya tidak
dibolehkan," tegasnya.
Ia meminta pihak terkait menjelaskan penentuan
harga, mekanisme pengadaan, serta pihak yang mengarahkan orang tua membeli
seragam.
Selain itu, Mastri mengingatkan sekolah agar
tidak memaksakan penyeragaman yang dapat memicu rasa minder dan bullying.
"Psikologi anak-anak harus kita jaga. Jangan sampai ada siswa yang merasa
minder, rendah diri, atau bahkan menjadi korban bullying," tambahnya. Ombudsman Sultra berencana
memanggil pihak sekolah, komite, koperasi, dan Dikbud Sultra untuk meminta
klarifikasi. Orang tua siswa yang merasa dirugikan dapat menyampaikan
pengaduan melalui nomor resmi Ombudsman Sultra, 0811-2403-737. Pada
pemberitaan sebelumnya, paket seragam diduga dijual kepada 480 siswa kelas 10
SMAN 2 Kendari. Paket tersebut meliputi batik, tenun, pakaian olahraga,
pakaian muslim, atribut sekolah, perlengkapan pramuka, serta jilbab.
Orang tua siswa mengaku pembayaran dilakukan
berdasarkan nominal yang disampaikan pihak sekolah. Namun, rincian harga setiap jenis seragam dan
atribut belum diberikan secara terbuka.