• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Lakukan Sidak Layanan RSUD Welas Asih
PERWAKILAN: JAWA BARAT • Jum'at, 03/07/2026 •
 
Anggota ombudsman RI, Maneger Nasution dalam Inspeksi Langsung RSUD Welas Asih

Bandung - Anggota Ombudsman RI Maneger Nasution bersama Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat Fitry Agustine beserta jajaran melakukan inspeksi pelayanan publik di RSUD Welas Asih, Kabupaten Bandung, pada Jumat (3/7/2026). Kunjungan tersebut diterima Direktur RSUD Welas Asih Deni Darmawan, Wakil Direktur Rochady, beserta jajaran.

Ombudsman RI meninjau secara langsung berbagai layanan yang diberikan rumah sakit, mulai dari pelayanan pasien BPJS Kesehatan, waktu tunggu pelayanan, fasilitas bagi penyandang disabilitas, ruang pengaduan, instalasi gawat darurat (IGD), hingga ruang rawat inap kelas III.

Anggota Ombudsman RI, Maneger Nasution mengapresiasi capaian RSUD Welas Asih yang memperoleh nilai Opini Ombudsman RI Tahun 2025 yang tinggi. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kualitas pelayanan publik yang baik dan perlu dipertahankan melalui upaya pencegahan maladministrasi secara berkelanjutan.

"RSUD ini memiliki nilai opini pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman pada tahun 2025 sebesar 84,74 dan ini tergolong tinggi di Jawa Barat, tentunya harus dipertahankan dalam penilaian berikutnya. Dalam mencegah maladministrasi dalam lingkungan RSUD jangan ragu untuk dapat berkonsultasi langsung dengan Perwakilan Ombudsman," ujar Maneger Nasution.

Ia juga mengatakan RSUD Welas Asih berpotensi menjadi percontohan bagi rumah sakit umum daerah di provinsi lain dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Sementara itu, Fitry Agustine menjelaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu fokus pengawasan Ombudsman RI karena memberikan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Ombudsman dan penyelenggara pelayanan publik.

"Kehadiran Anggota Ombudsman RI pada kesempatan ini karena beliau membidangi pengawasan pada sektor kesehatan. Intinya kegiatan sebagai silaturahmi dan inspeksi langsung, terutama pimpinan kami ingin melihat RSUD yang baik dan menjadi percontohan di Jawa Barat," ujar Fitry.

Direktur RSUD Welas Asih Deni Darmawan kemudian memaparkan berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan yang telah dilakukan rumah sakit. Salah satunya melalui renovasi gedung yang meningkatkan kapasitas pelayanan sehingga dapat mengurangi kepadatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Terdapat pula renovasi gedung yang dapat menampung pasien lebih banyak per lantai hingga 15 kasur perawatan, sehingga pelayanan di IGD tidak menumpuk," kata Deni Darmawan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur RSUD Welas Asih, dr. Rochady menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi rumah sakit. Salah satunya berkaitan dengan penggunaan mesin kateterisasi jantung yang belum diakomodasi dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan sehingga menjadi hambatan dalam pelayanan. Masukan tersebut menjadi salah satu catatan Ombudsman RI untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan BPJS Kesehatan.

Selain itu, dr. Rochady menjelaskan bahwa tingginya beban pelayanan dokter juga menjadi tantangan. Di satu sisi, BPJS Kesehatan mengatur jumlah pasien yang dapat dilayani setiap hari, sementara apabila dokter berhalangan hadir, antrean pasien pada hari berikutnya berpotensi meningkat. (*)





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...