Wagub: Pengelola Tol Salah Perencanaan

Serang - Tol Tangerang-Merak selama tiga hari, mulai Sabtu-Senin (24-26 Januari 2026) kebanjiran.
Banjir di jalan bebas hambatan itu mengganggu kelancaran arus lalu lintas, dan menyebabkan kerugian bagi pengguna jalan tol.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai, banjir yang terjadi tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas saja, akan tetapi juga mencerminkan lemahnya perencanaan infrastruktur oleh pengelola jalan tol yakni ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer).
Dimyati mengungkapkan, kondisi banjir di ruas tol itu ia temui langsung saat hendak menghadiri agenda kegiatan.
Akibat genangan air yang cukup parah, arus kendaraan tersendat dan menimbulkan kemacetan panjang.
"Tadi saya cek langsung ke sana, dan ternyata masih banjir dan menyebabkan kemacetan yang cukup panjang. Makanya saya agak terlambat datang ke agenda," ujar Dimyati, Senin (26 Januari 2026).
Menurutnya, kejadian banjir di jalan tol seharusnya tidak terjadi apabila perencanaan dan pengelolaan infrastruktur dilakukan secara matang.
Ia menilai, persoalan utama terletak pada sistem drainase yang tidak berfungsi optimal sehingga air justru meluap ke badan jalan.
Atas kondisi tersebut, Dimyati mengaku telah meminta pengelola jalan tol untuk segera mengambil langkah perbaikan dan mencari solusi agar air dapat dialirkan dengan baik ke saluran yang tersedia.
"Makanya saya minta ke pengelola jalan tol itu untuk dicarikan solusinya, supaya air bisa mengalir ke saluran-saluran air, bukan malah naik ke badan jalan," tegasnya.
Ia menekankan, jalan tol merupakan jalan bebas hambatan dengan standar tinggi, baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan pengguna.
Oleh karena itu, gangguan seperti banjir dinilainya tidak dapat ditoleransi. "Kan ini judulnya jalan tol, high way," katanya.
Dimyati menilai, banjir yang berulang di ruas tol tersebut sebagai indikasi adanya kesalahan sejak tahap perencanaan pembangunan.
"Kalau saya melihatnya, ini sebuah bentuk kegagalan dalam perencanaan," tegasnya.
Terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten Fadli Afriadi mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah pengelola jalan tol dapat dituntut ganti rugi atas peristiwa banjir tersebut atau tidak, mengingat banjir merupakan musibah yang terjadi akibat faktor alam.
Namun demikian, Fadli menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menyampaikan laporan ke lembaga resmi.
"Kami mendorong masyarakat yang merasa dirugikan untuk melaporkan apa yang mereka alami. Laporan ini penting sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke depan," katanya.
Menurut Fadli, semakin banyak laporan yang masuk, semakin kuat pula dasar bagi Ombudsman untuk memberikan rekomendasi perbaikan.
Dia mencontohkan, laporan terkait jalan rusak, drainase tersumbat, atau genangan berulang dapat menjadi masukan penting bagi pengelola jalan tol agar meningkatkan kualitas layanan dan mitigasi ke depan.
Diketahui, genangan air terjadi di sejumlah titik ruas Jalan Tol Tangerang-Merak akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan karena mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten pun mendorong masyarakat yang merasa dirugikan untuk melaporkan kejadian tersebut ke lembaga resmi.
Berdasarkan data yang dihimpun ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer), genangan air terpantau di KM 38 arah Jakarta serta KM 50 arah Merak dan Jakarta.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 10 centimeter hingga mencapai 80 centimeter di titik terdalam.
Bahkan, sempat muncul titik genangan baru di KM 48+200A arah Merak dengan ketinggian sekitar 10-30 centimeter.
Badan usaha jalan tol, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) menyatakan telah melakukan berbagai upaya penanganan.
Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan ASTRA Tol Tamer Sri Mulyo mengatakan, pihaknya mengerahkan petugas siaga 24 jam, memasang rambu peringatan, membuat tanggul sementara menggunakan sand bag, serta membuat dan mengatur tali-tali air guna mengarahkan aliran air dan mempercepat proses surutnya genangan.
"Dengan kondisi intensitas hujan yang masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, kami upayakan penanganan optimal di lapangan dan terus melakukan pantauan kondisi ketinggian air sungai dan luapannya di sekitar Jalan Tol.
Fokus kami memastikan saluran-saluran crossing tidak tertutup sampah dan membuat tali air untuk mempercepat aliran air genangan di jalur tol," ujar Sri Mulyo.
Selama 2 hari terakhir, ASTRA Tol Tamer juga melakukan pengendalian aliran air genangan melalui pembersihan crossing-crossing saluran dari sampah maupun tanaman dan ranting yang terbawa limpasan air dari sekitar tol.
Ini dilakukan agar sampah maupun tanaman dan ranting tidak menghambat aliran ke titik rendah.
Selain kedua upaya tersebut upaya yang terus dilakukan adalah pemantauan di lapangan, ketinggian genangan air selama 24 jam, pengerahan petugas siaga di lokasi untuk penanganan genangan dan pengaturan lalu lintas, dan pemasangan penambahan rambu peringatan dan pengamanan area genangan.
Selain itu, ASTRA Tol Tamer juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Balai Jalan, Balai Sungai Provinsi Banten, serta kepolisian.








