Uang Saku dan Bonus Belum Cair, Atlet Porprov Kepri di Batam Ngadu ke Ombudsman

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Kepri terkait uang saku dan bonus atlet yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Total ada sebanyak 700 atlet Porprov Kepri dan tim yang belum cair pembayaran uang saku dan bonusnya.
"Ada beberapa orang yang mengadu. Ternyata betul dan terkonfirmasi. Kita kumpulkan ada sekitar 700 orang atlet Batam untuk Porprov," ujar Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, Sabtu (25/2/2023).
Ia mengatakan uang saku tersebut jumlahnya kurang lebih Rp 300 ribu per hari. Total angka uang saku dan bonus mencapai kurang lebih Rp 6,5 miliar.
"Kita dorong agar dianggarkan lagi di APBD-P. Harus bisa soalnya ini tanggung jawab," katanya.
Lagat tampak menyayangkan penunggakan tersebut. Menurutnya, Pemko Batam harus segera memberikan hak para atlet tersebut secepat mungkin.
Ia juga khawatir, penunggakan itu akan berdampak pada motivasi latihan para atlet tersebut. Prestasi para putra dan putri daerah itu dikhawatirkan akan menurun.
"Uang TC tidak ada. Uang saku itulah yang dijadikan untuk suplemen dan lainnya. Ironis sekali. Mana janji Pak Rudi yang akan buat beda olahraga Batam," tegas Lagat.
Jika terkendala pada anggaran, Lagat mendorong agar Pemko Batam menganggarkan uang saku dan bonus itu di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) mendatang.
Pemko Janji Berikan Bonus Untuk Atlet
Berdasarkan rilis yang diterima Tribunbatam.id beberapa waktu yang lalu, kontingen Batam meraih juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Proprov) Kepri ke-V yang ditaja di Kabupaten Bintan.
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyambut rombongan Kontingen Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Minggu (13/11/2022) lalu.
Buah dari semangat dan tekad tersebut tidak hanya dalam raihan juara umum. Jumlah medali emas yang diperoleh pada Porprov V jauh lebih banyak dibanding Porprov sebelumnya.
Pembanding, Porprov Kepri sebelumnya hanya 77 medali emas, sementara Porprov Kepri V 2022 ini sebanyak 156 medali emas dari total 297 medali.
"Atas nama Pemko Batam, Haji Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad menyampaikan rasa bangga dan terimakasih tak terhingga," ujarnya.
Amsakar teringat ketika para atlet hendak berangkat. Saat itu, anggaran begitu terbatas.
Namun tekad Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan jajarannya akhirnya menemukan jalan sehingga atlet tetap diberangkatkan.
"Yang lebih dahsyat lagi, di tengah keterbatasan itu tidak mengurangi semangat dan tekad kontingen Batam," katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemko Batam akan mempersiapkan bonus. Di atas semua ini, Amsakar kembali menyampaikan bahwa dirinya bangga kontigen Batam telah menunjukkan sikap patriotik selama mengikuti Porprov Kepri V 2022.
Selain itu, pembinaan yang dilakukan KONI dan masing-masing cabor dinilai sudah on the track.
"Kami percaya jika model pembinaan seperti sekarang, atlet kita akan terus berprestasi. Di Porwil juga PON bahwa di level internasional," kata Amsakar.
Ia berharap agar pembinaan terus dilakukan. Bahkan, rencana Perda keolahragaan Batam juga diminta untuk digesa.
Seperti diketahui perda ini merupakan turunan dari undang-undang keolahragaan yang lebih tinggi. Bahwa atlet dengan raihan medali emas di PON dan minimal medali perak di Sea Games akan diangkat menjadi ASN.
"Ini adalah bentuk keberpihakan kita kepada olahraga dan para atlet," katanya.








