• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Sidak di RSUD Sungai Dareh, Ombudsman Sumbar ungkap berbagai persoalan pelayanan publik
PERWAKILAN: SUMATERA BARAT • Senin, 18/05/2026 •
 

Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menemukan pelayanan kurang optimal bagi pasien yang berobat di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya. Temuan tersebut saat Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke rumah sakit milik daerah tersebut. "Sidak ini dilakukan dalam rangka perluasan akses pengawasan Ombudsman dalam memastikan tata kelola pelayanan kesehatan di rumah sakit milik daerah berjalan dengan baik dan optimal," kata Adel, Kamis (14/5).

Sidak dipimpin langsung Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi. Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Direktur RSUD Sungai Dareh, dr. Neza, M.Kes. Adel Wahidi bersama tim memeriksa sejumlah titik layanan mulai dari loket pendaftaran, Instalasi Gawat Darurat [IGD], hingga ruang layanan poli klinik. "Fokus kami adalah melihat langsung bagaimana pelayanan diberikan kepada masyarakat, mendengar keluh kesah pasien dan juga mengumpulkan saran serta masukan dari masyarakat untuk perbaikan tata kelola layanan kesehatan di RSUD Sungai Dareh kedepanya," kata Adel.

Adel Wahidi bersama tim menemukan sejumlah temuan yang menjadi sorotan dan perlu segera ditindaklanjuti oleh manajemen RSUD Sungai Dareh. Sejumlah temuan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar diantaranya, masih ada dokter yang belum datang hingga pukul 10.00 WIB dengan alasan masih sarapan dan hari hujan. "Kondisi ini terlihat pada Poli Gigi, Poli Anak dan Poli Umum. Padahal, pasien sudah menunggu dan mendaftar sejak pukul 08.00 WIB," kata Adel seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Jumat (15/5).

Menurut Adel, kondisi demikian, merupakan alasan yang terlalu di buat-buat dan menunjukan pelaksana pelayanan publik belum berorientasi pada integritas dan profesionalisme pelayanan. Dalam kesempatan tersebut, Tim Ombudsman juga menerima layanan konsultasi dari pasien maupun keluarga pasien. Beberapa keluhan pasien yang menjadi sorotan Ombudsman antara lain yaitu air yang kotor di toilet RSUD. Kekosongan layanan spesialis jantung, lamanya waktu layanan pengambilan obat hingga menghabiskan watu tunggu sampai 3 jam, hingga antrian layanan pendaftaran mandiri yang terlalu panjang.

Adel Wahidi menyebutkan, temuan dan keluhan pasien ini mesti dilihat sebagai asupan dan pencerahan guna memperbaiki layanan rumah sakit ke depan. Atas temuan tersebut, Ombudsman RI Perwakilan Sumbar secara langsung telah menyampaikan hasil sidak dan keluhan kepada Direktur Rumah Sakit beserta jajaran. "Keluhan masyarakat tidak boleh dilihat sebagai gangguan atau mencari-cari kesalahan, melainkan adalah wujud partisipasi/kepedulian publik untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas," ujar Adel. Direktur RSUD Sungai Dareh, Neza dalam kesempatan itu menyatakan siap menindaklanjuti setiap catatan yang diberikan oleh Ombudsman. Direktur RSUD juga berkomitmen bahwa seluruh masukan akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan layanan dan meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...