Sejumlah Wilayah di Batam Krisis Air, Ombudsman Kepri Sentil PT Air Batam Hilir Soal Respon Lambat

Gudangberita.co.id, Batam - Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyentil keras kinerja PT Air Batam Hilir (ABH) terkait penanganan krisis air bersih yang tak kunjung usai di Kota Batam. Lambatnya respon operator dalam mendistribusikan bantuan tangki air darurat membuat penderitaan warga makin berlarut pascakerusakan pipa di kawasan Batamindo pada 29 Agustus lalu.
Teguran ini disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, saat memimpin sidak lapangan pada 1 September 2026. Dari peninjauan di pemukiman warga, Ombudsman menemukan fakta bahwa masyarakat harus menunggu hingga berhari-hari hanya untuk mendapatkan respon bantuan air bersih.
Lagat Siadari membeberkan bahwa laporan dari masyarakat menunjukkan buruknya penanganan darurat yang dilakukan oleh PT Air Batam Hilir selaku operator teknis.
"Kami mendengar bahwa masih lambatnya operator di Air Batam Hilir ini merespon. Kalau ditelepon bisa sampai 3 sampai 4 hari kemudian baru merespon untuk mengirimkan (tangki air), sementara masyarakat membutuhkan air setiap hari," tegas Lagat.
Ia menuntut transparansi total dari pihak pengelola dan operator terkait kemampuan armada yang dimiliki dalam mengatasi kondisi darurat krisis air di Batam.
Daftar Wilayah Paling Terdampak Krisis Air Batam
Sidak Ombudsman Kepri mengonfirmasi bahwa gangguan distribusi air menyebar luas di berbagai titik dengan kondisi memprihatinkan:
Tiban Baru (Perumahan Taman Sari Hijau): Mengalami kondisi terparah dengan air mati total saat inspeksi. Warga selama ini hanya menerima aliran air pada pukul 01.00-05.00 WIB.
Sei Lekop: Gangguan telah berlangsung 3 hingga 4 hari. Air hanya mengalir mulai pukul 22.30 WIB dengan tekanan pipa yang sangat lemah di area bertanah tinggi.
Tiban Tiga, Tanjung Sengkuang, & Dreamland Marina: Aliran air masih sangat terbatas di jam-jam dini hari dan belum merata.
Sagulung Berseri: Air mulai mengalir bertahap sejak 1 September pukul 10.00 WIB, namun wilayah dataran tinggi masih belum teraliri.
Mengingat air merupakan kebutuhan dasar yang dijamin undang-undang untuk mengalir 24 jam sehari, Ombudsman Kepri meminta SPAM Batam selaku badan usaha BP Batam untuk tidak tinggal diam.
SPAM Batam didesak mengintensifkan pengawasan terhadap PT Air Batam Hilir agar proses perbaikan pipa dan distribusi tangki air darurat dilakukan dengan cepat, konsisten, dan transparan demi mencegah timbulnya masalah sosial baru di masyarakat.








