Resmi Jabat Kepala Perwakilan Ombudsman Kalbar, Tariyah Siapkan Sejumlah Program

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Perwakilan Ombudsman Kalimantan Barat periode 2022-2027 secara resmi telah dijabat oleh Tariyah. Pada tanggal 1 Desember 2022, Tariyah resmi dilantik menjadi Kepala Perwakilan Ombudsman Kalbar di Gedung Ombudsman Jakarta Selatan oleh Ketua Ombudsman Mokhammad Najih.
Dirinya dilantik bersama 5 perwakilan lainnya yaitu Provinsi Banten, Nusa Tenggara Barat, Papua, Riau, dan Sulawesi Tengah.
Tariyah sebelumnya merupakan Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat.
Pada awal kepemimpinan, ia menyampaikan akan fokus untuk membangun jaringan kerja, khususnya dengan insan media / jurnalis di Kalimantan Barat. Insan media adalah salah unsur Pentahelik, mitra penting dan strategis bagi Ombudsman dalam rangka melaksanakan fungsi, tugas dan kewenangannya sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI.
"Kami menyadari bahwa tidak bisa berjuang sendiri. Kita butuh bersinergi dan berkolaborasi dalam memastikan masyarakat Kalbar mendapatkan Pelayanan publik yang berkualitas dari Penyelenggara Pelayanan publik" ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 7 Desember 2022.
Selain itu, Tariyah juga menyampaikan bahwa dalam kepimpinannya ke depan, terdapat beberapa tantangan dalam menjalankan amanah sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman Kalbar. Yang pertama, animo masyarakat Kalbar menyampaikan Laporan semakin tinggi.
Hal ini terlihat dari jumlah laporan Ombudsman Kalbar selama 10 terakhir telah mencapai 1.854 Laporan. Ini memberikan tantangan tersendiri kepada Ombudsman Kalbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam penyelesaian laporan masyarakat.
"Kami berharap bahwa Output penanganan laporan bukan hanya untuk menjawab harapan masyarakat, tapi juga untuk memperbaiki kualitas Pelayanan publik di Kalbar" tegasnya. Yang kedua, rentang kendali wilayah Kalbar sangat luas, jauh, dan beberapa di antara wilayah tersebut merupakan 3 T.
Menyikapi hal tersebut, Tariyah kedepannya akan mengedepankan kualitas pelayanan publik di wilayah tersebut baik melalui program-program sosialisasi, edukasi dan membangun jaringan kerja.
Terakhir, tantangan baginya bahwa Ombudsman Kalbar di bawah kepemimpinannya nantinya dapat menjadi Lembaga Magistrature of Influence, lembaga yang memberikan pengaruh, bukan sanksi, menjadi lembaga yang berwibawa, dan berintegritas yang senantiasa menerapkan nilai-nilai Ombudsman yaitu integritas, profesional dan adil dalam memerangi Maladministasi di Kalbar. (*)








