Prof Udin Genjot Pelayanan Publik dan Ketahanan Pangan, Pangkalpinang Raih Skor 85,02 dari Ombudsman

PANGKALPINANG, PEKATNEWS.ID, - Wali Kota Pangkalpinang, Prof Udin, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. Komitmen tersebut tercermin dari capaian terbaru Pemerintah Kota Pangkalpinang yang berhasil meraih predikat "Baik" dari Ombudsman Republik Indonesia dengan nilai 85,02, sekaligus keberhasilan menjaga ketahanan pangan tetap aman dan terkendali.
Menurut Prof Udin, penghargaan yang diraih tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan berpihak kepada masyarakat.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kita tidak boleh berpuas diri, karena masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik," tegas Prof Udin. Rabu, (24/6).
Penilaian Ombudsman tersebut mencakup sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi lokus evaluasi, di antaranya SMP Negeri 1 Pangkalpinang, RSUD Depati Hamzah, dan Dinas Sosial Kota Pangkalpinang.
Selain sektor pelayanan publik, Prof Udin juga memastikan kondisi ketahanan pangan Kota Pangkalpinang saat ini berada dalam kondisi aman dan stabil. Pemerintah kota terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan harga-harga tidak mengalami gejolak yang signifikan.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi inflasi, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah menerbitkan Keputusan Wali Kota mengenai penerapan "Model Prediktif" yang dikembangkan bersama Pak Joenny.
Melalui model tersebut, pemerintah dapat memantau sekaligus memprediksi kondisi ketersediaan pangan hingga 12 bulan ke depan. Dengan demikian, berbagai potensi gangguan pasokan maupun kenaikan harga dapat dideteksi lebih awal sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan.
"Melalui pendekatan ini, kita ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang mencukupi," ujar Prof Udin.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan yang berkualitas dan menjamin kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Udin juga sempat menyinggung rencana pelaksanaan agenda nonton bareng (nobar) yang tengah dipersiapkan pemerintah kota. Namun, pembahasan mengenai kegiatan tersebut belum dijelaskan lebih rinci.
Dengan capaian pelayanan publik yang terus meningkat dan sistem pengendalian pangan yang semakin modern, Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan dekat dengan masyarakat.








