• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Picu Antrean Panjang, ASDP Ungkap Penyebab Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Tanjungkalian
PERWAKILAN: KEPULAUAN BANGKA BELITUNG • Kamis, 19/03/2026 •
 
https://bangka.tribunnews.com/lokal/1679298/picu-antrean-panjang-asdp-ungkap-penyebab-penumpukan-kendaraan-di-pelabuhan-tanjungkalian?page=3

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Kondisi arus mudik di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Bangka Barat, pada Minggu (15/3/2026) mengalami kepadatan parah dengan volume kendaraan dan penumpang yang melonjak hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.

General Manager ASDP Pelabuhan Tanjungkalian, Agustinus Cahyo, mengungkapkan bahwa penyebab utama penumpukan ini adalah tidak beroperasinya dua kapal berukuran besar yang sedang menjalani perawatan (docking) tepat menjelang puncak angkutan Lebaran 2026.

Situasi ini diperparah oleh kendala alam berupa pasang surut air laut di Pelabuhan Tanjung Api-Api yang menghambat proses sandar kapal hingga dua jam, serta ketidakteraturan kedatangan pemudik yang tidak sesuai dengan jam keberangkatan pada tiket, sehingga mengakibatkan antrean panjang yang meluber hingga ke luar area pelabuhan.

"Jadi untuk arus mudik hari ini memang kondisinya sudah padat. Padat itu artinya adalah, jumlahnya memang dalam jumlah yang besar, dibandingkan hari biasa dua sampai tiga kali lipat. Kendaraan pribadi, pejalan kaki, maupun motor, semuanya ini dalam kondisi ramai ya," kata Agustinus kepada Bangkapos.com, Minggu (15/3/2026) di Tanjungkalian Mentok.

Ia mengakui masih banyaknya truk belum terangkut dan mengantre. Hingga terjadi antrean panjang di dalam maupun luar Pelabuhan Tanjungkalian Mentok.

"Truk juga masih ada belum, kembali ke Sumatera, karena memang kapal-kapal yang beroperasi ini ada dua kapal sedang dalam perawatan.

Perawatan itu artinya memang harus dirawat, namun harinya berdekatan dengan angkutan Lebaran 2026. Sehingga mengakibatkan truk ini, tidak bisa terangkut maksimal oleh kapal yang ada. Itu menyebabkan kepadatan di dalam pelabuhan maupun di luar," katanya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab kepadatan di pelabuhan tersebut adalah tidak beroperasinya dua kapal berukuran besar karena sedang menjalani perawatan.

"Kalau kita lihat, kepadatan ini penyebabnya, ada dua kapal ukuran besar, tidak beroperasi, dikerenakan sedang perawatan. Kedua masyarakat ini di dalam tiket itu sudah ada jam, masuk. Misalnya jam 9 datang jam 7 baru bisa cek in. Namun kondisinya karena di dalam masih ada yang belum selesai dari hari kemarin terangkut, akibatnya jadi numpuk. Bahasanya kurang lancar," terangnya.

Ia menjelaskan, kondisi pasang surut di Pelabuhan Tanjung Api-Api turut mempengaruhi proses sandar kapal.

Menurutnya, jika kondisi air tidak pasang, kapal tertentu harus menunggu hingga air naik agar dapat bersandar.

Waktu tunggu tersebut tidak hanya beberapa menit, tetapi bisa mencapai dua jam atau bahkan lebih, sehingga berdampak pada proses bongkar muat kapal di pelabuhan seberang.

"Kita sudah koordinasi dengan bidang perhubungan, BPTD, mempercepat waktu pemuatan yang tadinya 90 menit menjadi 60 menit.

Efeknya kemana, jadi trip nambah banyak, biasa normal 9 trip satu hari. Sekarang bisa sampai 12-13 kali, dengan tambahan trip kapal nambah banyak yang narik, gitu kan. Jadi kita memperbanyak kapasitas, supaya mengambil muatan lebih banyak dan optimal," katanya.

Ia memastikan, pihaknya telah mengoperasikan sebanyak 12 kapal serta mempercepat proses bongkar muat, guna mengurangi kepadatan dan memperlancar arus penyeberangan.

Sementara, data produksi Pelabuhan Tanjungkalian per 14 Maret 2026, kapal feri beroperasi sebanyak 12 unit, penumpang pejalan kaki 3.971 orang, penumpang dalam kendaraan 8.104 orang, kendaraan roda dua 513 unit, kendaraan kecil mobil 967 unit, bus 43 unit, dan truk 628 unit.

Ombudsman Babel Minta Pembenahan Layanan

Ombudsman RI Perwakilan Bangka Belitung menyoroti persoalan antrean kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok, yang kembali terjadi pada musim mudik tahun ini.

Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius karena menyangkut kualitas pelayanan publik bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan melalui jalur penyeberangan Tanjungkalian Mentok-Tanjung Api-Api Sumsel.

Plt Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Belitung, Kgs Chris Fither, mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak pengelola pelabuhan, salah satu kendala teknis saat ini adalah berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi.

"Dari 16 kapal yang memiliki izin operasi lintasan, saat ini hanya sekitar 12 kapal yang bisa beroperasi. Namun untuk tanggal 20 Maret akan ada penambahan 2 kapal," kata

Plt Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Belitung, Kgs Chris Fither, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan, kondisi ini berdampak pada berkurangnya frekuensi keberangkatan dan memperpanjang antrean kendaraan maupun penumpang.

"Karena itu Ombudsman Babel mendorong agar pengelola pelabuhan memastikan informasi jadwal kapal disampaikan secara jelas kepada masyarakat agar penumpang tidak menunggu dalam ketidakpastian," terangnya.

Dalam jangka pendek, sambungnya, Ombudsman menekankan adanya penguatan manajemen antrean kendaraan dan penumpang, pengelolaan buffer zone yang lebih tertib, serta memastikan pelayanan bagi kelompok rentan tetap tersedia meskipun pelabuhan sedang padat.

"Selain itu, saluran pengaduan masyarakat juga perlu diaktifkan dan mudah diakses agar keluhan pengguna layanan dapat segera ditangani di lapangan," pesannya.

Sementara itu, kata Chris, dalam jangka panjang, persoalan yang berulang setiap musim mudik ini perlu diatasi melalui penguatan kapasitas layanan.

Percepatan pemeliharaan atau perbaikan kapal, guna memastikan semua kapal dapat beroperasi ketika masa mudik, lonjakan penumpang penambahan atau pengembangan fasilitas dermaga, serta perbaikan sistem pengelolaan arus kendaraan dan penumpang.

"Mudik adalah peristiwa tahunan yang dapat diprediksi, sehingga tata kelola layanan di simpul transportasi seperti Pelabuhan Tanjungkalian, perlu dirancang lebih sistematis agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan manusiawi," tutupnya

Gubernur hingga Kapolda Prihatin Lihat Pelayanan Penumpang di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok

Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani dan Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pelayanan di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, setelah melihat langsung situasi di lapangan.

Mereka menilai antrean kendaraan dan penumpang yang cukup panjang perlu segera diatasi ASDP. Melalui perbaikan sistem pelayanan serta pengaturan arus keluar masuk pelabuhan. Sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan lancar.

"Perlu perhatian kita, karena memang sistem kedatangan maupun keberangkatan ini, perlu dimaksimalkan lagi. Kami mendapatkan informasi ada kapal yang tidak bisa beroperasi, sehingga salah satu penyebab terjadinya penumpukan penumpang yang menunggu giliran untuk berangkat," kata Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing, kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).

Diingatkan kapolda, pada puncak harus mudik nantinya. Dia meminta tak ada lagi kendala dan adanya perbaikan terkait persoalan yang terjadi saat ini.

"Ini kan belum puncaknya, kita berharap dan Forkopimda datang untuk melihat dan menyaksikan, mengkoreksi. Mudah-mudahan nanti pada puncaknya ada perubahan yang bisa dilakukan," terangnya.

Kapolda memastikan, dari sisi keamanan jajaranya bakal maksimal melakukan pengamanan di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok.

"Tetapi paling penting kami, dari sisi keamanan akan mencoba melaksanakan keamanan mulai bagaimana masyarakat yang menunggu, dan buffer zone sekarang ini dijadikan, tempat pengalihan, sehingga tidak terjadi penumpukan di jalan dan lainnya," ujarnya.

Sementara, Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, juga meminta maaf, terkait pengguna jasa pelabuhan, terkait masih banyaknya kekurangan yang dialami masyarakat.

"Mohon maaf kepada pengguna jasa pelabuhan di mana masih ada kekurangan. Sedikit demi sedikit mau kita benahi. Karena ada penumpang dari subuh tadi, sampai sekarang belum berangkat. Kapal sudah sandar tiga jam kita mau perbaikilah," kata Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, saat meninjau pelabuhan Tanjungkalian Mentok, pada Minggu (15/3/2026) sore.

Dia menegaskan, para penumpang sebenarnya sudah membayar jasa penyeberangan, namun belum sepenuhnya menikmati layanan yang semestinya.

Karena itu, ia menyatakan bakal menggelar rapat besar guna mengevaluasi dan memperbaiki sistem pelayanan ke depan.

"Jasa penumpang ini sudah bayar, tetapi tidak menikmati layanan, maka kedepan saya mau rapat besar besaran. Sistemnya dan sarananya perlu diperbaiki," terangnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)






Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...