• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Pengaduan Pendidikan Dominasi Laporan Masyarakat ke Ombudsman Gorontalo
PERWAKILAN: GORONTALO • Jum'at, 05/06/2026 •
 

RRI.CO.ID, Gorontalo - Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo mencatat substansi pendidikan menjadi sektor yang paling banyak diadukan masyarakat selama Mei 2026. Dari total 43 laporan yang diterima, sebagian besar berkaitan dengan layanan pendidikan, terutama seiring dimulainya proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo, Muslimin B. Putra, mengatakan jumlah pengaduan pada Mei 2026 mengalami peningkatan dibanding beberapa bulan sebelumnya dan mendekati jumlah laporan yang diterima pada Februari 2026 yang mencapai 46 pengaduan.

"Meningkatnya jumlah pengaduan masyarakat terkait pendidikan karena bulan Mei dimulainya pendaftaran SPMB pada semua tingkatan hingga Juni nanti. Selain isu pendidikan, isu kepegawaian juga banyak diadukan pada bulan Mei mencapai sembilan pengaduan masyarakat, disusul isu kesehatan sebanyak lima laporan," ujar Muslimin.

Selain pendidikan, Ombudsman Gorontalo juga menerima pengaduan terkait kepolisian sebanyak dua laporan. Sementara tujuh substansi lainnya masing-masing menerima satu laporan, yakni agraria dan pertanahan, energi dan kelistrikan, hak sipil dan politik, pajak, perbankan, perdesaan, serta pengadaan barang dan jasa.

Dari sisi kanal pengaduan, masyarakat masih lebih banyak memanfaatkan layanan telepon pengaduan. Tercatat sebanyak 24 laporan disampaikan melalui telepon, 15 laporan melalui WhatsApp, tiga laporan dengan datang langsung ke kantor Ombudsman, dan satu laporan melalui website.

Menurut Muslimin, tingginya penggunaan layanan telepon menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan pengaduan Ombudsman semakin baik.

"Hal ini menunjukkan telepon pengaduan yang dipajang pada media sosial Ombudsman sudah berhasil diakses masyarakat Gorontalo dalam menyampaikan keluhannya terkait pelayanan publik," katanya.

Berdasarkan klasifikasi laporan, Ombudsman Gorontalo mencatat 25 laporan masuk kategori sederhana dan 18 laporan kategori sedang. Tidak terdapat laporan yang masuk kategori berat selama Mei 2026.

"Hal ini menunjukkan Tim Riksa harus memeriksa laporan masyarakat dengan biaya yang relatif rendah karena rata-rata tergolong laporan kategori sedang dan sederhana," jelas Muslimin.

Selain menerima laporan, Ombudsman Gorontalo juga memberikan layanan konsultasi kepada masyarakat. Sepanjang Mei 2026, sebanyak 12 orang memanfaatkan layanan tersebut.

Menariknya, tiga laporan masyarakat berhasil diselesaikan pada tahap konsultasi oleh Tim Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL) Ombudsman Gorontalo yang dipimpin oleh Azhary Fardiansyah bersama anggota tim, Dian Rosmala Sari dan Alvira Muhammad.

Ombudsman Gorontalo berharap masyarakat terus memanfaatkan berbagai kanal pengaduan yang tersedia untuk menyampaikan keluhan terkait pelayanan publik, sehingga setiap dugaan maladministrasi dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...