ORI DIY Usulkan Ruang Laktasi di Kereta dan Stasiun Tugu Yogyakarta Demi Kenyamanan Ibu Menyusui Saat Mudik 2026

JOGJAKARYA - Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY) melakukan pengawasan awal terhadap kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di sejumlah simpul transportasi.
Dalam pemantauan di Stasiun Tugu Yogyakarta, ORI DIY memberikan catatan terkait peningkatan layanan bagi kelompok rentan, termasuk usulan penyediaan ruang laktasi yang lebih representatif bagi ibu menyusui.
Pengawasan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal ketika mobilitas masyarakat meningkat menjelang Idulfitri.
Pengawasan Dimulai di Stasiun Tugu Yogyakarta
Kegiatan pengawasan ORI DIY dimulai pada 13 Maret 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 27 Maret 2026. Pemantauan dilakukan di berbagai simpul transportasi strategis seperti stasiun kereta api, bandara, terminal, hingga posko layanan terpadu di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua ORI DIY, Muflihul Hadi, menyampaikan bahwa pengawasan bertujuan memastikan penyelenggara layanan publik siap menghadapi lonjakan penumpang selama musim mudik Lebaran.
Menurutnya, penyelenggara layanan diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada hari pertama pemantauan, Jumat (13/3/2026), tim ORI DIY melakukan kunjungan langsung ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Pihak pengelola stasiun menerima kedatangan tim pengawas dan memaparkan kesiapan operasional dalam menghadapi masa mudik.
Selanjutnya, tim melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek pelayanan di lapangan, termasuk koordinasi antarinstansi dan kesiapan petugas operasional.
Evaluasi Fasilitas dan Sistem Pelayanan
Selama kegiatan pemantauan, ORI DIY melakukan observasi terhadap sejumlah fasilitas publik di area stasiun. Tim meninjau kondisi ruang tunggu penumpang, layanan informasi, sistem antrean, serta kebersihan fasilitas umum seperti toilet.
Selain fasilitas fisik, tim pengawas juga mencermati sistem penjualan tiket yang diterapkan guna mencegah potensi praktik percaloan yang kerap muncul pada periode mudik.
Mekanisme penanganan pengaduan masyarakat turut menjadi bagian dari pengawasan. ORI DIY juga menilai kesiapan mitigasi keadaan darurat, termasuk koordinasi antarpetugas jika terjadi gangguan perjalanan atau situasi darurat di area stasiun.
Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut. Tim memeriksa keberadaan jalur landai, akses kursi roda, serta fasilitas pendukung lain yang dapat digunakan oleh penyandang disabilitas.
Fasilitas Stasiun Mendapat Respons Positif
Berdasarkan hasil observasi lapangan, sebagian besar pengguna layanan memberikan penilaian positif terhadap fasilitas yang tersedia di Stasiun Tugu Yogyakarta.
Penumpang menilai ruang tunggu dalam kondisi bersih dan nyaman. Fasilitas toilet juga dinilai cukup representatif untuk melayani jumlah penumpang yang diperkirakan meningkat menjelang masa mudik.
ORI DIY juga mencatat upaya pengelola stasiun dalam menyediakan layanan yang ramah bagi kelompok rentan. Fasilitas seperti kursi prioritas, toilet khusus disabilitas, jalur landai, serta ruang laktasi telah tersedia dan dapat diakses oleh pengguna layanan.
Muflihul Hadi menyatakan bahwa langkah tersebut menunjukkan komitmen pengelola stasiun dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif.
"Hal ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan," ujarnya.
Usulan Penyediaan Ruang Laktasi di Dalam Kereta
Selain mencatat berbagai aspek positif, ORI DIY juga menerima sejumlah masukan dari pengguna layanan, terutama dari ibu menyusui yang melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kereta api.
Beberapa penumpang menyampaikan harapan agar pengelola layanan kereta api dapat menyediakan ruang menyusui atau ruang laktasi yang lebih representatif di dalam rangkaian kereta.
Selama ini, dalam kondisi tertentu, ibu menyusui yang ingin memompa ASI sering memanfaatkan ruang kru atau bahkan toilet. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal dari sisi kenyamanan, privasi, maupun kelayakan pelayanan.
ORI DIY menilai penyediaan ruang laktasi di dalam kereta dapat menjadi salah satu inovasi layanan yang membantu ibu menyusui selama perjalanan jarak jauh.
Pengawasan Berlanjut hingga 27 Maret 2026
ORI DIY menegaskan bahwa pelayanan publik pada masa mudik tidak hanya berfokus pada kelancaran operasional transportasi. Penyelenggara layanan juga perlu memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan, serta pemenuhan hak kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan ibu menyusui.
Karena itu, pengawasan yang dilakukan tidak hanya menilai kesiapan teknis operasional, tetapi juga melihat sejauh mana pelayanan publik dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara inklusif.
Pemantauan kesiapan mudik oleh ORI DIY akan terus berlangsung hingga 27 Maret 2026 dengan menyasar sejumlah titik layanan transportasi lain di wilayah DIY.
Hasil pengawasan tersebut akan menjadi bahan evaluasi serta rekomendasi bagi pemerintah daerah, penyelenggara transportasi, dan instansi terkait dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik menjelang puncak arus mudik.








