ORI DIY Sebut Posko Mudik Druwo dan Prambanan Bisa Jadi Percontohan, Inilah Fasilitas Lengkap nan Nyaman

bernasnews- Di tengah padatnya lalu lintas, kehadiran posko mudik menjadi hal penting bagi masyarakat. Tahun ini, Perwakilan Ombudsman RI Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY) menyoroti Posko Mudik Druwo di Kabupaten Bantul dan Pos Pengamanan Prambanan sebagai contoh pelayanan publik.
Pada Selasa (17/3/2026), Kepala ORI DIY, Muftihul Hudi, memimpin langsung pemantauan arus mudik di Posko Druwo. Ia bersama tim turun ke lapangan untuk memastikan kesiapan fasilitas serta kualitas layanan bagi para pemudik yang melintas di wilayah tersebut.
Sejak langkah pertama memasuki area posko, tim Ombudsman langsung merasakan suasana yang tertata rapi dan ramah bagi pemudik. Posko Druwo menghadirkan berbagai fasilitas yang tidak hanya lengkap, tetapi juga menjawab kebutuhan riil masyarakat di perjalanan.
Posko Mudik Druwo
Pengelola posko menyediakan ruang tunggu yang nyaman bagi pemudik yang ingin beristirahat sejenak. Mereka juga menghadirkan ruang laktasi khusus bagi ibu menyusui, sehingga pemudik perempuan tetap dapat memberikan perhatian optimal kepada buah hati mereka di tengah perjalanan panjang.
Di sisi lain, petugas kesehatan siaga di klinik yang beroperasi penuh untuk memberikan layanan medis. Mereka melayani pemudik yang mengalami kelelahan, gangguan kesehatan ringan, hingga kondisi darurat. Respons cepat dari tim medis menjadi nilai tambah yang sangat dirasakan oleh para pengguna layanan.
Tidak berhenti di situ, posko ini juga menyediakan layanan bengkel motor gratis selama 24 jam. Para mekanik membantu pemudik yang mengalami kendala teknis pada kendaraan mereka. Kehadiran layanan ini terbukti mampu mengurangi risiko kecelakaan akibat kendaraan yang tidak layak jalan.
Salah satu daya tarik utama Posko Druwo terletak pada fasilitas tempat istirahatnya. Pengelola menyediakan ruang istirahat berpendingin udara (AC) dengan kapasitas 10 tempat tidur. Pemudik dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan.
Keberhasilan Posko Druwo tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Petugas dari Polres Bantul, Tentara Nasional Indonesia, pemerintah daerah, PT Jasa Raharja, hingga Palang Merah Indonesia bekerja bersama dalam satu komando pelayanan.
Mereka membagi tugas secara jelas, mulai dari pengamanan lalu lintas, layanan kesehatan, hingga bantuan darurat. Koordinasi yang solid ini membuat setiap kebutuhan pemudik dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Muftihul Hudi tidak menutupi apresiasinya terhadap kinerja posko. Ia menilai Posko Druwo telah menunjukkan standar pelayanan publik yang ideal, terutama dalam situasi padat seperti arus mudik.
"Ombudsman mengapresiasi kesiapan dan kolaborasi lintas instansi di Posko Druwo. Ini menjadi contoh baik pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya soal kelengkapan fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana petugas menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Pospam Prambanan Tunjukkan Kesiapan Serupa
Pada waktu yang sama, tim ORI DIY juga melakukan pemantauan di Pos Pengamanan Prambanan. Hasilnya menunjukkan bahwa pelayanan dan pengamanan di lokasi tersebut berjalan dengan baik.
Petugas di lapangan menunjukkan kesiapan tinggi dalam mengatur lalu lintas serta membantu pemudik. Koordinasi antarinstansi juga berjalan lancar, sehingga situasi tetap kondusif meskipun volume kendaraan meningkat.
Muftihul Hudi berharap standar pelayanan di Posko Druwo dan Pospam Prambanan dapat menjadi rujukan bagi posko mudik lainnya di berbagai daerah. Ia mendorong setiap penyelenggara layanan publik untuk menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama.
Dengan fasilitas yang lengkap, pelayanan yang cepat, serta pendekatan yang humanis, posko mudik tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga simbol kehadiran negara di tengah masyarakat. (ef linangkung)








