Ombudsman Sambangi Gubernur Banten, Bahas Masalah Penerimaan Siswa Baru

Banten - Kepala Ombudsman Perwakilan Banten Fadli Afriadi mengunjungi Gubernur Banten Andra Soni di kantor Gubernur Banten, Kota Serang. Salah satu hal yang dibahas adalah masalah sistem penerimaan siswa baru.
Fadli menerima laporan soal penerimaan siswa baru hampir setiap tahun. Ada beberapa kendala yang dialami oleh guru maupun murid.
"Setiap tahun itu PPDB tahu sendiri banyak kendala, mudah-mudahan, dengan adanya sekolah gratis ini jadi solusi. Tapi bisa juga tidak jadi solusi kalau kita tidak awasi dengan benar. Ombudsman siap kerja sama," katanya.
Setiap tahun, Ombudsman Banten menerima laporan ada siswa lolos seleksi masuk dengan cara ilegal. Kejadian-kejadian seperti itu harusnya dihilangkan.
"Secara rutin, yang paling besar di Banten, kan sangat besar siswa bisa masuk tanpa jalur yang sebenarnya. Jalur ada zonasi, afirmasi, prestasi, dan pindah, nah kok ada di dalam (diterima) tapi tak lewat jalur ini. Itu jumlah hampir 10 persen dari setahun bisa 5.000-an di Banten," katanya.
Menurutnya, masyarakat Banten sangat berharap masuk sekolah negeri karena dijamin gratis. Namun dia berharap program sekolah swasta gratis bisa mengurangi tindakan curang demi masuk sekolah negeri.
"Cukup banyak masyarakat kita yang dengan kemampuan terbatas, tapi mendapat yang lumayan. Nah, sekolah negeri itu kan bagus-bagus, bangunannya juga bagus," ujarnya.
"Dengan swasta yang setara, mereka mengeluarkan yang cukup. Lebih baik masuk sekolah negeri yang masuk dari jalur mana (ilegal). Mudah-mudahan tahun ini dengan sekolah gratis, hal itu tidak terjadi," sambungnya.
Sementara itu, Gubernur Andra Soni berharap Pemprov Banten bisa berkolaborasi dengan Ombudsman. Dengan demikian, maka pelayanan dari Pemerintah bisa maksimal.
"Makanya tadi saya meminta kepada Ombudsman untuk terus berkolaborasi,
kerja sama. Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,
karena fungsi kita adalah melayani," ujarnya.