Ombudsman Gorontalo Dukung Promosi Program Haji dan Umrah untuk Aparatur

RRI.CO.ID, Gorontalo - Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo memberikan dukungan terhadap upaya dakwah dan sosialisasi program ibadah haji serta umrah yang dilakukan Travel Haji dan Umrah Sabili kepada seluruh insan Ombudsman Gorontalo. Kegiatan promosi tersebut berlangsung di Kantor Ombudsman Gorontalo, Gedung Inn Tower, Kota Gorontalo, Kamis 11 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Travel Sabili, Sandy, memperkenalkan berbagai program dan skema pembiayaan perjalanan haji kepada para pegawai Ombudsman Gorontalo.
Kepala Ombudsman Gorontalo, Muslimin B. Putra, mengatakan pihaknya membuka ruang untuk setiap kegiatan yang bernilai dakwah dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun aparatur negara.
"Kami membuka kesempatan kepada Travel Umrah dan Haji Sabili mempromosikan programnya kehadapan segenap insan Ombudsman Gorontalo. Gorontalo yang dikenal sebagai 'Serambi Madinah', segala bentuk kegiatan berbentuk dakwah untuk kebaikan bersama kami dukung sepenuhnya," ujarnya.
Menurut Muslimin, keberadaan program haji dengan skema pembayaran yang lebih ringan dapat menjadi alternatif bagi aparatur untuk mempersiapkan diri menunaikan ibadah haji sejak dini. Sebagai sebuah lembaga negara yang seluruh anggotanya beragama Islam, Ombudsman Gorontalo membuka kesempatan bagi anggotanya untuk dapat menunaikan ibadah haji.
"Dengan adanya kesempatan berhaji dengan mudah yang dipromosikan oleh Travel Sabili cukup membayar Rp1.150.000 selama sepuluh tahun, semakin membuka kesempatan menunaikan kewajiban rukun kelima umat Islam tersebut," katanya.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang relevan bagi penyelenggara negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Menurutnya, nilai-nilai ibadah haji seperti wukuf, ihram, dan thawaf akan bertransformasi menjadi energi spiritual agar ASN maupun penegak hukum untuk menjadi teladan anti-korupsi serta pelayan masyarakat yang amanah.
"Pimpinan yang berhaji diharapkan menjadi panutan moral (uswah hasanah) di instansinya. Ini sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa," tambahnya.
Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin tersebut juga menjelaskan bahwa simbol-simbol dalam pelaksanaan ibadah haji mengandung pesan kuat tentang kesetaraan, kejujuran, dan pengendalian diri yang penting diterapkan dalam birokrasi.
"Pakaian ihram menyimbolkan persamaan derajat dan kesucian niat di hadapan Tuhan. Bagi aparat, ini berarti menolak segala bentuk penyalahgunaan wewenang dan suap dalam pelayanan publik. Pelaksanaan haji meleburkan perbedaan status sosial maupun jabatan. Aparat diingatkan untuk melayani seluruh lapisan masyarakat secara adil tanpa diskriminasi. Larangan-larangan selama ihram mengajarkan pengendalian hawa nafsu. Aparat didorong untuk tetap sabar dan profesional saat menghadapi tekanan publik," jelasnya.
Lebih jauh, Muslimin menilai bahwa kemabruran haji harus tercermin dalam perilaku sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan sejalan dengan tugas Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik.
"Inti kemabruran haji tercermin pada perilaku sosial yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Ini sejalan dengan visi Ombudsman dalam membangun spiritualitas aparatur yang transformatif menjadi lembaga pengawas pelayanan publik yang efektif, dipercaya, dan berkeadilan guna mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Visi ini menjadi pedoman utama dalam mengawasi penyelenggaraan negara agar terbebas dari maladministrasi dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," pungkasnya.








