Ombudsman Bangka Belitung Soroti Kendala Serapan Anggaran Dindik, Yozar : Perlu Evaluasi Menyeluruh

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy menyoroti serapan anggaran Tahun 2022 di dinas pendidikan (dindik)yang belum optimal, bahkan menjadi hal yang dibahas Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung.
Alokasi anggaran Dinas Pendidikan Bangka Belitung pada tahun 2022, sebesar Rp677,74 miliar, dari anggaran itu terserap Rp590,46 miliar atau 87,12 persen.
Penyebabnya karena kendala di lapangan, satu diantaranya kekurangan sumberdaya manusia (SDM) di sekolah-sekolah dalam hal mengelola keuangan.
Tidak hanya itu, secara keseluruhan serapan anggaran tahun 2022 pemprov hanya 81,31 persen.
"Menurut kami, permasalahan dari penyerapan anggaran di Pemerintah Provinsi Babel sebenarnya menunjukkan problem yang cukup serius pada tahap perencanaan, implementasi dan monev anggaran," kata Yozar, Senin (16/1/2023).
Menurut Yozar, idealnya isu terkait faktor pendukung kegiatan seperti kekurangan SDM atau hambatan regulasi sudah bisa dimitigasi pada tahap awal.
"Artinya sudah tidak sekedar menyiapkan dananya saja namun juga memikirkan bagaimana kegiatan tersebut dapat dilaksanakan.
Adapun sorotan terhadap penyerapan anggaran di OPD tertentu yang anggarannya cukup besar seperti Dinas Pendidikan Babel merupakan hal yang sudah sewajarnya terjadi," ungkapnya.
Dia menilai solusi berupa penyiapan SDM baru di sekolah-sekolah juga perlu diuji bersama-sama karena bisa saja ada faktor lain yang juga ikut berpengaruh terhadap optimalisasi penyerapan anggaran di dinas pendidikan.
"Untuk itu, evaluasi hendaknya dilakukan secara menyeluruh termasuk terhadap kinerja perangkat daerah lainnya yang alokasi anggarannya cukup besar," katanya.
Disamping itu monitoring dan evaluasi secara tertib juga perlu dilakukan sehingga hambatan pelaksanaan dapat dideteksi sedini mungkin dan segera ditemukan solusinya.
"Jadi, proses evaluasi bukan hanya dilakukan pada tahap akhir, tapi juga secara berkala saat pelaksanaan kegiatan. Sehingga, dinamika teknis di lapangan dapat segera diidentifikasi. Semoga hal seperti tidak terulang lagi,"kata Yozar.
( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)








