Ombudsman Babel Intensifkan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kini mengintensifkan pengawasan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan ini bertujuan agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh para siswa penerima.
Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Babel, Kgs Chris Fither, pada Sabtu (07/3) di Pangkalpinang, menekankan pentingnya pengawasan ini. Menurutnya, program MBG tidak hanya harus berjalan secara administratif, tetapi juga harus benar-benar memberikan dampak positif. Ini menjadi fokus utama dalam memastikan kualitas layanan publik yang optimal.
Pengawasan SPPG oleh Ombudsman Babel ini berlandaskan pada ketentuan pelaksanaan MBG selama Ramadhan yang diatur dalam Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tahun 2026. Tim Ombudsman memantau berbagai aspek krusial, mulai dari kesesuaian menu hingga mekanisme pengelolaan pengaduan. Hal ini dilakukan demi menjamin akuntabilitas dan efektivitas program di lapangan.
Fokus Pengawasan Ombudsman Terhadap MBG
Dalam upaya pengawasan yang intensif, tim Ombudsman Babel memfokuskan perhatian pada beberapa aspek kunci pelaksanaan MBG. Salah satu yang utama adalah kesesuaian menu makanan yang disajikan dengan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional. Hal ini penting untuk memastikan nutrisi yang diberikan kepada siswa sudah tepat.
Selain itu, pola distribusi makanan selama Ramadhan juga menjadi sorotan utama tim pengawas. Ombudsman ingin memastikan bahwa makanan dapat diterima oleh siswa pada waktu yang tepat dan dalam kondisi baik. Kelayakan fasilitas dapur di SPPG turut diperiksa untuk menjamin standar kebersihan dan keamanan pangan.
Mekanisme pengelolaan pengaduan dari para penerima manfaat juga tidak luput dari pantauan. Ombudsman Babel berkomitmen untuk memastikan setiap keluhan atau masukan dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan transparan. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas program MBG.
Kgs Chris Fither menegaskan bahwa pengawasan ini krusial untuk perbaikan berkelanjutan. Ia berharap program MBG berjalan akuntabel, tepat sasaran, serta terus ditingkatkan kualitasnya. Ombudsman akan memberikan saran perbaikan kepada penyelenggara program jika ditemukan kendala di lapangan.
Pemantauan Langsung di Lapangan oleh Ombudsman Babel
Untuk memastikan efektivitas pengawasan, Tim Ombudsman Kepulauan Babel telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Sidak ini dilaksanakan di SPPG Baturusa, yang berlokasi di Kecamatan Merawang, Bangka. Langkah ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi operasional di lapangan.
Selain sidak, tim juga melakukan pemantauan langsung terhadap proses distribusi makanan. Pemantauan ini dilakukan di SMP Negeri 1 Merawang. Tujuannya adalah untuk mengamati secara langsung bagaimana paket MBG diterima oleh para siswa di lingkungan sekolah.
Hasil dari pengawasan di lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi Ombudsman. Data dan temuan ini akan digunakan untuk merumuskan saran perbaikan yang konstruktif. Saran tersebut akan ditujukan kepada penyelenggara program maupun instansi terkait.
Komitmen SPPG dalam Menjaga Kualitas Program MBG
Kepala SPPG Baturusa Merawang, Hypo Krates, menjelaskan komitmen pihaknya dalam menjalankan program MBG. Ia menegaskan bahwa menu makanan yang disiapkan selama Ramadhan telah disusun sesuai petunjuk teknis. Petunjuk ini berasal dari Badan Gizi Nasional untuk menjamin standar kualitas.
Paket makanan yang didistribusikan juga dirancang dengan memperhatikan pemenuhan angka kecukupan gizi bagi penerima manfaat. Selain itu, SPPG turut mempertimbangkan kebutuhan khusus anak-anak. Ini termasuk penyesuaian bagi siswa yang memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu.
Hypo Krates menambahkan bahwa distribusi makanan tetap disesuaikan dengan jadwal sekolah selama Ramadhan. Penyesuaian ini dilakukan agar makanan dapat diterima dengan baik oleh para siswa. Tujuannya adalah memastikan efektivitas penyaluran bantuan gizi.
Sumber: AntaraNews








