Ombudsman Babel Apresiasi Bakeuda Buka Data Keuangan Daerah, Yozar: Nanti Harus Lebih Cermat

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Belitung Shulby Yozar Ariadhy, mengapresiasi Badan Keuangan Daerah Provinsi Bangka Belitung ( Bakeuda Babel) selaku pengelola keuangan daerah, yang secara transparan mempublikasikan informasi rincian angka skema belanja dan pendapatan tahun 2023.
Namun, dia juga menekankan pentingnya untuk menyampaikan informasi secara lebih cermat serta berdasarkan data.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Bakeuda Babel, M Haris mengatakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemprov Babel tahun 2022 sebesar Rp900 miliar.
Namun pernyataan itu berubah, Haris kembali mengungkapkan bahwa besaran SILPA Rp418 miliar.
"Berita tentang SILPA sebesar Rp900 miliar dari APBD Provinsi Babel tahun 2022 juga awalnya cukup mengagetkan kami. Tapi kemudian kemarin baru mendapat informasi bahwa ternyata sebenarnya Rp418 miliar, sedangkan informasi bertebaran beberapa hari ke belakang sudah terlanjur infonya SILPA Rp900 miliar. Ya, intinya kami harap ke depan agar dapat lebih cermat, detil, dan teliti," jelas Yozar, Selasa (10/1/2023).
Yozar menekankan sebab informasi yang disampaikan oleh pejabat publik tentu menjadi perhatian, apalagi hal ini berkaitan dengan anggaran daerah atau bermuara pada pembangunan dan pelayanan publik barang jasa daerah.
"Ke depan kami berharap, jika ada informasi yang keliru atau kurang pas apalagi terkait angka, segera klarifikasi karena pejabat publik ada hak jawab. Hal seperti ini penting untuk meminimalisir berbagai spekulasi dan perbincangan yang kurang nyaman terhadap kinerja pemerintah," jelasnya.
Disamping itu, Yozar mengapresiasi atensi publik untuk berpartisipasi mengawal terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).
"Sebab, diharapkan perhatian atau partisipasi tersebut diharapkan sebagai bentuk kepedulian mendorong efektivitas dan realisasi anggaran serta kinerja pemerintah daerah pada tahun berjalan," kata Yozar.
Pj Gubernur Bakal Pastikan Angka SiLPA
Penjabat Gubernur Bangka Belitung (Pj Gubernur Babel) Ridwan Djamaluddin tak dapat memastikan besaran Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tahun 2022.
"Nanti saya pastikan ya, yang benar Rp900 miliar atau Rp400 miliar, tapi memang ada perhitungan, ada yang SILPA, ada yang tidak terserap, nanti ada penjelasan resmi lah soal itu," ujar Ridwan
Dirjen Mineral Batubara Kementerian ESDM RI ini menyakini bahwa tak ada kekeliruan dalam penyampaian angka besaran SILPA.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah Bangka Belitung ( Bakeuda Babel), M Haris mengatakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemprov Babel berada di Kas Daerah (Kasda), yakni Bank Sumsel Babel,
Pemprov Babel, disebutkan Haris, tak memindahkan dana tersebut ke bank lain.
Kendati begitu, dia mengakui bahwa pemerintah provinsi sebenarnya boleh saja memindahkan dana SILPA ke bank lain.
"Terkait pemindahan atau penempatan sejumlah dana ke bank pemerintah yang lain, itu dapat dilakukan oleh pemprov.
Diatur dalam perundang-undangan, untuk mendapatkan selisih bunga, sebagai tambahan pendapatan daerah," jelasnya.
Sementara itu, angka yang besar dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemprov Babel tahun 2022 itu, karena pendapatan asli daerah (PAD) dan sisa belanja yang over target.
"Itu merupakan over target pendapatan dan sisa belanja. Sebanyak itu karena kita over terget, lumayan jumlahnya, 113 persen dari target, sisa belanja 2022 juga serta dana transfer dari pusat yang masuk pada akhir tahun," katanya.
"Akan digunakan untuk membiayai belanja di tahun 2023 dengan mengikuti mekanisme penganggaran. Tahun ini kita menetapkan anggaran kas di target yang lebih banyak per triwulan di awal tahun, sehingga di triwulan IV tinggal 5 persen target serapannya," katanya.
( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)








