Ombudsman Apresiasi Palembang, Tapi Ingatkan Persoalan PJU, SPH hingga Genangan Air.
Kepala Perwakilan Ombudsman Ri Sumsel, Muh Adrian Agustiansyah mengatakan pihaknya memanggil langsung Wali Kota Palembang untuk menyampaikan hasil opini layanan.
"Kita memanggil Walikota Palembang langsung karena kita akan menyampaikan hasil opini terkait layanan," katanya.
Muh Adrian menyampaikan, berdasarkan penilaian Ombudsman terhadap 10 kabupaten/kota ditambah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang memperoleh nilai tertinggi.
"Tapi walaupun demikian ada beberapa catatan dari kami karena 2 tahun yang lalu kami melakukan kajian bernama kajian masalah lampu Jalan tahun 2023 kedua kajian terkait masalah penerbitan sph," jelasnya.
Muh Adrian menyebut, sebagian rekomendasi kajian lampu jalan sudah dilaksanakan, namun masih ada beberapa hal yang belum tuntas, la berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan karena selama ini menjadi laporan berulang masyarakat.
"Laporan berulang Pak kalau sekarang masih di lampu jalan makanya momen ini Alhamdulillah Pak Walikota datang langsung mudah-mudahan bisa diselesaikan oleh Walikota secara konferensif," katanya.
Muh Adrian berharap seluruh rekomendasi dapat dituntaskan dalam waktu satu bulan karena akan berkaitan dengan pelaksanaan survei opini tahun 2026 yang direncanakan pada Mei mendatang.
"Kami berharap dalam waktu 1 bulan ini sudah bisa dituntaskan karena ini ada kaitannya kita akan melakukan penyelenggaraan survei opini 2026 yang mungkin akan dilaksanakan pada bulan 5 nanti," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan rasa syukur atas undangan Ombudsman Sumsel dan menegaskan komitmennya untuk memperbaiki pelayanan publik di Kota Palembang.
"Yang menjadi catatan buat pemerintah kota ada dua pertama administrasi pelayanan dibidang penerangan lampu jalan umum (PJU) OPD nya Dinas perhubungan yang kedua pelayanan dibidang pertanahan OPD pengampunya ada di Dinas Perkimtan," ujarnya.
Namun menurut Ratu Dewa, Ombudsman juga menyinggung persoalan lain yang akan menjadi perhatian pemerintah kota, seperti kemacetan, persampahan, dan titik genangan air.
"Maka dari itu hal lain masalah seperti kemacetan yang menjadi catatan masalah persampahan dan titik genangan air saya kira sudah dipaparkan semua dan segera kita tindaklanjuti," katanya.
la juga mengungkapkan berdasarkan catatan pemerintah kota, jumlah lampu jalan yang mati mencapai sekitar 7.000 unit. Karena itu, Pemkot Palembang akan menjadikan perbaikan lampu jalan sebagai prioritas tahun ini, dengan mengganti sistem menggunakan solar cell.
"Berdasarkan catatan saya lampu jalan yang mati sekitar 7000-an makanya tahun ini akan menjadi prioritas kita tetapi kita ganti dengan sistem solar cell kita anggarkan hampir dua ribuan lampu," tutupnya.








