• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Apresiasi Kepedulian Pemprov Beri Beasiswa Mahasiswa, Pencairan Harus Tepat Waktu
PERWAKILAN: KEPULAUAN BANGKA BELITUNG • Rabu, 25/01/2023 •
 
Shulby Yozar Ariadhy, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kep. Bangka Belitung

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy mengapresiasi atas kepedulian pemerintah provinsi Bangka Belitung yang memberi bantuan beasiswa kepada mahasiswa.

Pada tahun 2023, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,94 miliar.

"Hal ini merupakan upaya memajukan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan angka partisipasi di bidang pendidikan secara data. 
Apalagi, Pemprov memberikan kesempatan beasiswa bagi penyandang disabilitas untuk menempuh Pendidikan tinggi, ini hal besar sebab diharapkan dapat memacu penyandang disabilitas lainnya untuk berani berkarya dan berkontribusi membangun daerah serta meningkatkan kualitas hidupnya melalui kualifikasi pendidikan yang memadai," ujar Yozar, Selasa (24/1/2023).


Kedati begitu, Ombudsman Bangka Belitung menyoroti pencairan beasiswa mahasiswa pada tahun 2022 yang sempat terlambat.

Dia berharap pada tahun 2023, pencairan beasiswa untuk mahasiswa harus tepat waktu.

"Kita berharap keterlambatan penyaluran beasiswa tidak terjadi tahun ini. Sehingga, kami harap Pemprov Babel dapat intens berkonsultasi atau meminta evaluasi kepada Kementerian terkait agar segala administrasinya sesuai aturan yang berlaku sebab tentu mekanisme di pusat terbilang cukup dinamis, tidak terkecuali terkait rumusan dasar hukum penyaluran beasiswa tersebut," katanya.

Menurutnya berbagai kebijakan Pemprov Babel terkait bidang pendidikan sudah sesuai dengan konsep pelayanan publik.

Mulai dari membuka kelas baru dan rencana pembangunan sekolah baru, ini berdampak ke banyak hal positif, salah satu diantaranya antisipasi PPDB.

"Kemudian bantuan pendidikan bagi siswa tidak mampu, beasiswa pendidikan tinggi dalam dan luar Babel, serta sekarang memfasilitasi penyandang disabilitas juga untuk mengakses pendidikan tinggi, serta beberapa hal lainnya," katanya.

 

Dia menyarankan semua tinggal mendukung konsistensi tingkat Pelaksana dalam merealisasikan kebijakan-kebijakan baik tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kemudian secara perlahan, kami juga berharap seluruh Pemda di Babel dapat mulai mewujudkan kebijakan pendidikan inklusif serta realisasi penanganan anak putus sekolah tidak hanya dari sisi pencegahan namun juga kebijakan dalam hal mengembalikan anak yang putus sekolah untuk kembali bersekolah," katanya.

Anggaran Meningkat

Pemerintah provinsi Bangka Belitung mengalokasikan Rp10,94 miliar untuk beasiswa mahasiswa pada tahun 2023.

Angka anggaran ini meningkat bila dibanding dengan tahun lalu yang sebesar Rp9 miliar.


Pada tahun lalu, beasiswa mahasiswa hanya ditujukan untuk mahasiswa kurang mampu saja, tetapi pada tahun ini ada penambahan program.

"Beasiswa kerjasama itu untuk 18 Perguruan Tinggi (PT) meliputi 15 Perguruan Tinggi di Babel dan 3 PT di luar Babel, program S1,"ujar Kepala Biro Kesejahteran Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) Saimi saat ditemui bangkapos.com, Selasa (24/1/2023).

Sementara itu, tahun 2023, Pemprov punya program tambahan yakni beasiswa prestasi (untuk menjadi dosen Fakultas Kedokteran UBB, kuota ada 10 orang melanjutkan S2, dengan rincian 8 orang di UNSRI, 1 orang di UGM dan 1 orang di UI).

 

 

Serta program tambahan untuk beasiswa bagi penyandang disabilitas dengan kuota ada 41 orang.

"Ini sedang proses untuk pencairannya, bisa saja saat pembayaran semester cairnya, mudah-mudahan, SK masih dalam proses semua," katanya.

Berkaca dari tahun 2022, beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu sempat terjadi keterlambatan pencairan dan menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung.

Keterlambatan pencairan itu karena ada perubahan dalam proses pencairannya.

Pencairan awalnya melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Babel harus beralih ke Biro Kesra Pemprov Babel.

Perubahan aturan pencairan itu karena adanya evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendari).

 

Namun Biro Kesra harus menunggu regulasi terlebih dulu waktu itu, dan selesai dicairkan pada akhir tahun 2022.

"Kalau yang tahun 2022 itu sudah cair bulan Desember kemarin, harus ada pergub dulu, itu kita terima tanggal 22 Desember 2022, jadi ada 8 hari waktu untuk pencairan, Alhamdulilah selesai," katanya.

Pemerintah provinsi Bangka Belitung (Babel) menyakini beasiswa untuk mahasiswa tak mampu, berprestasi dan penyandang disabilitas ini akan cair tepat waktu untuk tahun 2023.

Selain beasiswa kerjasama, pemerintah provinsi juga memberikan bantuan sosial (bansos) dibidang pendidikan, yang hanya diterima satu kali oleh penerima bantuan.

Anggaran yang disiapkan ada Rp1,068 milair, dengan total penerima 192 orang meliputi 28 orang secara reguler dan 164 orang dari program beasiswa berprestasi tak mampu.

"Ini satu kali menerima, tahun kemarin mereka ini mengajukan proposal ke gubernur, kita lakukan verifikasi, survei dan sebagainya, ada syarat dan ketentuan untuk bansos pendidikan ini," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)







Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...