Kepala Ombudsman Sumbar Pantau Kesiapan Arus Mudik Lebaran di Tol Padang–Sicincin dan Lembah Anai

Padang, Ayo Sumbar.id - Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi, melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan pelayanan arus mudik Lebaran di sejumlah titik strategis, di antaranya ruas Tol Padang-Sicincin dan Posko Mudik Lembah Anai, Rabu (11/3/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan Ombudsman terhadap penyelenggaraan pelayanan publik selama periode arus mudik Lebaran yang melibatkan berbagai instansi pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pemantauan di ruas Tol Padang-Sicincin, tim Ombudsman Sumbar berkoordinasi dengan PT Hutama Karya Regional Sumatera Bagian Tengah untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol, sistem pelayanan pengguna jalan, serta langkah antisipasi terhadap potensi kendala selama periode mudik.
Selanjutnya, tim Ombudsman juga meninjau Posko Mudik Lembah Anai yang merupakan salah satu titik strategis arus lalu lintas penghubung wilayah Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, dan sejumlah daerah lain di Sumatera Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Ombudsman berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, serta Polres Padang Panjang.
Kepala Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi, mengatakan pemantauan ini bertujuan memastikan seluruh pelayanan publik yang berkaitan dengan arus mudik Lebaran berjalan optimal.
"Kami ingin memastikan bahwa layanan publik yang diberikan kepada masyarakat selama masa mudik berjalan dengan baik, aman, dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan," ujar Adel Wahidi.
RSUD Tuanku Imam Bonjol Gelar Buka Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Pegawai
Berdasarkan hasil pemantauan, pengelola Tol Padang-Sicincin telah menyiapkan dua pos mudik di pintu masuk dan keluar tol yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Ditlantas Polda Sumbar. Selain itu, sebanyak 151 personel disiagakan untuk melayani arus mudik dan arus balik.
Fasilitas pendukung juga telah disiapkan, di antaranya dua unit ambulans serta kendaraan derek untuk mengantisipasi kondisi darurat di jalan tol. Pengelola tol juga telah merampungkan fasilitas rest area yang dilengkapi sarana ramah disabilitas.
Sementara itu, BPJN Sumatera Barat melaporkan bahwa sekitar 53 persen pengerjaan ruas jalan di kawasan Lembah Anai telah selesai. Selama periode mudik, aktivitas alat berat dihentikan dan digantikan dengan petugas siaga yang berjaga dengan sistem piket.
Saat ini jalur Lembah Anai juga telah dibuka selama 24 jam dengan pembatasan jenis kendaraan, yakni hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda empat.
BPJN Sumbar juga telah menyiapkan 14 titik Posko Lebaran di berbagai wilayah Sumatera Barat serta menyediakan kontak pengaduan untuk mempercepat penanganan laporan masyarakat apabila terjadi kendala selama masa mudik.
Di sisi lain, Polres Padang Panjang menyiapkan sekitar 150 personel yang akan mengawal arus mudik di kawasan Lembah Anai dan wilayah Kota Padang Panjang. Posko Polri dijadwalkan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026 atau H-7 Lebaran dengan sistem posko terpadu yang dilengkapi layanan kesehatan dan ambulans.
Adel Wahidi juga menyampaikan sejumlah saran kepada instansi terkait agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Ia menyarankan pihak kepolisian untuk menyosialisasikan secara masif nomor call center pengaduan serta layanan ambulans kepada masyarakat.
Selain itu, Ombudsman juga mendorong kepolisian untuk membuat video animasi atau materi edukasi terkait rekayasa lalu lintas dalam Operasi Ketupat Lebaran agar masyarakat lebih memahami pola pengaturan lalu lintas selama masa mudik.
"Kami juga menyarankan agar dilakukan ramp check terhadap kendaraan untuk memastikan kelayakan kendaraan yang melintas, khususnya di titik-titik rawan seperti kawasan Kelok Hantu di jalur penurunan Panyalaian," tambahnya.
Adel Wahidi mengapresiasi koordinasi lintas instansi yang telah dilakukan dalam rangka memastikan kelancaran arus mudik Lebaran. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk memastikan pelayanan publik kepada masyarakat berjalan optimal.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama perjalanan. Selain itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan maladministrasi dalam pelayanan publik melalui kanal pengaduan Ombudsman.
"Pemantauan ini akan terus kami lakukan di berbagai titik pelayanan publik guna memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik selama periode mudik Lebaran," pungkasnya.








