• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Kelangkaan LPG 3 Kg di Babel Terungkap, Ombudsman sebut distribusi bocor dan harga melambung
PERWAKILAN: KEPULAUAN BANGKA BELITUNG • Kamis, 29/01/2026 •
 
https://mediaqu.id/2026/01/29/kelangkaan-lpg-3-kg-di-babel-terungkap-ombudsman-sebut-distribusi-bocor-dan-harga-melambung/

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id- Kelangkaan gas LPG Subsidi 3 Kilogram yang belakangan dikeluhkan masyarakat Bangka Belitung akhirnya terungkap. Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bangka Belitung menyebut persoalan ini bukan hanya soal tingginya permintaan, tetapi juga akibat pasokan yang tersendat serta lemahnya pengawasan distribusi di lapangan.

Pengawasan Ombudsman dilakukan di sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Sungailiat, Belinyu, Bangka Barat hingga Kota Pangkalpinang. Hasilnya, ditemukan pernurunan signifikan pasokan LPG di dua Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) utama di Pulau Bangka

Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Babel, Kgs Chris Fither, mengungkapkan bahwa pasokan ke SPPBE Kelapa pada Desember 2025 mencapai sekitar 1.359 metrik ton. Namun hingga 27 Januari 2026, pasokan yang baru masuk sekitar 918 metrik ton.

"kondisi serupa juga terjadi di SPPBE Merawang. Biasanya menerima pasokan empat sampai lima kali dalam sebulan, namun hingga akhir januari baru terealisasi sekitar 1.610 metrik ton" ujarnya.

Keterbatasa pasokan di hulu ini berdampak langsung ke tingkat agen dan pangkalan. Akibatnya, stok cepat habis dan masyarakat harus berkeliling mencari LPG 3 Kg, bahkan tidak sedikit yang pulang dengan tangan kosong.

Namun temuan Ombudsman tidak berhenti disitu. Di lapangan, Ombudsman mendapati masih lemahnya pengendalian distribusi LPG subsidi di tingkat pangkalan. Beberapa pangkalan diketahui menjual lebih dari satu tabung kepada pembeli yang sama, termasuk dengan sistem titip tabung.

"belum ada pembatasan pembelian harian atau mingguan. Ini membuat LPG rawan tidak tepat sasaran dan membuka celah penimbunan," kata Chris

Ironisnya, di Tengah kelangkaan, Ombudsman juga menemukan LPG 3 Kg dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga di pangkalan berkisar antara Rp 20 Ribu hingga Rp 25ribu per tabung, melebihi ketentuan yang ditetapkan Pemprov Babel.

"Dalihnya macam-macam, mulai dari tidak ada uang kembalian sampai pembeli dianggap sudah Ikhlas. Praktik ini jelas melanggar aturan" tegasnya

Sebagai solusi jangka panjang, Ombudsman mendorong pembangunan depot atau depot mini LPG di Bangka Belitung agar buffer stock, mengingat daerah kepulauan sangat bergantung pada distribuso laut yang kerap terganggu cuaca.

Ombudsman juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan pangkalan yang bermain harga atau distribusi, agar LPG subsidi benar-benar tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan. (suf)





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...