• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Berkat Kolaborasi YLKI Kalimantan dan Ombudsman, Akhirnya Pelaksana Nyerah! Warga Ucapkan Terima Kasih.
PERWAKILAN: KALIMANTAN SELATAN • Selasa, 13/10/2026 •
 
Berkat Kolaborasi YLKI Kalimantan dan Ombudsman,Akhirnya Pelaksana Nyerah! by Asyikin

PROYEK normalisasi dan revitalisasi Sungai Veteran di Banjarmasin yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah ternyata sempat memicu gejolak dan keluhan serius dari warga.

ALIH -alih mengatasi banjir lewat pengerukan dan pelebaran sungai, proyek prestisius tersebut justru dinilai akan menimbulkan potensi banjir baru di permukiman warga RT 20 Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Sumber masalahnya ada pada pembangunan Jembatan Ulin di atas Sungai Veteran. Warga mengeluhkan oprit atau tanjakan jembatan yang menghubungkan ke Jalan Veteran dibangun terlalu tinggi.

"Selama ini warga membuat saluran air mengalirnya ke Sungai Veteran, tetapi dengan adanya Jembatan Sungai Ulin yang opritnya terlalu tinggi, maka air yang selama ini mengalir ke sungai tidak bisa lagi, sehingga kawasan kami pasti nantinya mengalami banjir," ungkap Yati, warga terdampak.

Ia menjelaskan, saluran pembuangan air rumah warga yang selama ini menjadi jalur utama menuju Sungai Veteran kini terhalang total oleh elevasi oprit yang tinggi. Jika hujan turun, air dipastikan tidak punya jalan keluar dan akan menggenang serta membanjiri rumah-rumah warga.

"Kami minta Pengawas Proyek langsung terjun ke lapangan lihat kondisinya. Semestinya buatkan saluran air dari pipa atau gorong-gorong di saluran warga ini. Jangan membuat gorong-gorong atau pipa lebih tinggi dari saluran warga," tegasnya.

Protes warga pun sempat memanas. Warga RT 20 mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak pelaksana proyek di lapangan, namun keluhan tersebut tidak digubris sama sekali. Merasa jalan buntu, warga akhirnya mengambil langkah hukum.

Jalan terakhir yang ditempuh warga adalah menyurati Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan dan meminta bantuan pendampingan kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Intan Kalimantan.

Langkah ini ternyata membuahkan hasil manis. Ombudsman Kalsel langsung mengambil langkah cepat dengan memanggil instansi-instansi terkait proyek normalisasi Sungai Veteran tersebut. Mediasi dan fasilitasi pun dilakukan.

Idayati, warga yang mewakili RT 20, mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada YLKI dan Ombudsman.

"Terima kasih kepada YLK Intan Kalimantan dan Ombudsman yang memfasilitasi keluhan warga, sehingga semua item yang diminta warga sudah dilaksanakan pihak pelaksana proyek," ujarnya.

Ia menambahkan, item krusial yang dikeluhkan warga, terutama pipa saluran air yang tidak mengarah ke Sungai Veteran, kini sudah diperbaiki dan dijalankan oleh pelaksana. "Item yang sudah kami keluhkan sudah dijalankan oleh pelaksana, terutama pipa saluran airnya, tetapi kami tetap mengawasi mereka," katanya.

Sementara itu, Ketua YLKI Kalimantan, Dr. H. Fauzan Ramon, SH, MH, juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ombudsman RI Perwakilan Kalsel.

"Terima kasih kepada Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, yang tadinya bisa berkolaborasi dengan YLKI Kalimantan dalam menyelesaikan keresahan masyarakat," ujar pengacara legendaris Banua tersebut.

Fauzan menegaskan, tugas pokok YLKI Kalimantan adalah menyelesaikan permasalahan yang merugikan konsumen dan masyarakat di seluruh Kalimantan Selatan, bukan hanya di Kota Banjarmasin saja, tetapi semua kabupaten/kota di Kalsel.

Ia pun menyarankan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. "Agar kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, terutama proyek-proyek pemerintah yang merugikan masyarakat," pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi pelaksana proyek pemerintah ratusan miliar, bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh mengabaikan aspek teknis lingkungan dan suara warga kecil. Berkat kolaborasi YLKI dan Ombudsman, banjir yang mengancam RT 20 Kampung Melayu nantinya akan bisa dicegah.(jejakrekam)





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...