Basel Raih Predikat Percontohan Kelola Sampah Berbasis Pendidikan

RRI.CO.ID, Basel - Daerah Kabupaten Bangka Selatan berhasil meraih predikat sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis pendidikan. Capaian ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti saran kajian Ombudsman Bangka Belitung serta memperkuat sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui pendekatan edukatif.
Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung, Kgs. Chris Fither, menyatakan keberhasilan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola pelayanan publik secara sistemik.
"Kami sangat mengapresiasi komitmen Bupati, Wakil Bupati beserta seluruh jajaran yang telah menindaklanjuti seluruh saran kajian Ombudsman secara konkret dan terukur. Ini merupakan langkah penting dalam mendorong tata kelola sampah yang lebih baik, berkelanjutan, dan bebas dari potensi maladministrasi," ujarnya dalam laporan yang diterima RRI, Sabtu, 25 April 2026.
Terdapat 7 saran Ombudsman yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yakni penyusunan regulasi teknis tata kelola sampah, pembentukan kelembagaan pengelolaan sampah, penyusunan skema penganggaran, audit infrastruktur, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), optimalisasi peran desa, hingga penguatan sektor pendidikan melalui integrasi pengelolaan sampah ke dalam kurikulum.
Kajian Sistemik berjudul "Kebijakan Tata Kelola Sampah Rumah Tangga Berkelanjutan di Kabupaten Bangka Selatan".
"Kami optimis bahwa integrasi muatan lokal pengelolaan sampah ke dalam kurikulum pendidikan akan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi yang berkarakter ekologis dan mampu mewujudkan tata kelola sampah yang berkelanjutan," katanya.
Kedepan diharapkan, Bangka Selatan akan menjadi model percontohan pengelolaan sampah berbasis pendidikan tidak hanya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tapi juga agar menjadi model percontohan secara nasional.
Sementara warga yang juga guru di Basel Zuri mendukung adanya kegiatan kurikulum pendidikan berbasis pengelolaan sampah.
"Kita ketahui, sampah ini menjadi permasalahan serius di sejumlah daerah, jika tidak disikapi bersama maka akan berdampak besar terhadap lingkungan," katanya.
Keterlibatan pelajar menjadi inovasi positif, agar anak terbiasa dengan pengelolaan sampah sejak dini.








