Akses Layanan Kesehatan dan Pendidikan Belum Optimal di Kepulauan Pongok

RRI.CO.ID, Sungailiat - Ombudsman Babel menyebut kondisi geografis dan cuaca membuat layanan pendidikan dan kesehatan di Kepulauan Pongok, Kabupaten Bangka Selatan belum bisa dinikmati secara optimal.
Asisten Ombudsman RI Perwakilan Babel, Hapiz Jasman, mengatakan keterlambatan penanganan medis akibat minimnya transportasi laut pernah menyebabkan korban jiwa.
"Hingga kini belum tersedia perahu ambulans. Masyarakat harus mengandalkan perahu seadanya untuk menuju fasilitas kesehatan di luar pulau, sehingga penanganan medis kerap mengalami keterlambatan," ujarnya dalam Bincang Ombudsman di RRI Pro 1 Sungailiat.
Peran Orang Tua Tentukan Kemajuan Anak Disabilitas
Masalah serupa juga terjadi di sektor pendidikan. Menurut Hapiz, anak-anak di Pongok hanya bisa menyeberang ke sekolah saat cuaca mendukung dan air laut tidak surut.
"Kondisi ini menjadi perhatian serius yang membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah dan instansi terkait," tegasnya.
Keluhan yang sama disampaikan pendengar RRI, Alex dari Toboali. Ia meminta pemerintah segera menyediakan perahu ambulans dan memperkuat transportasi antarpulau.
Laporan Masyarakat ke Ombudsman Babel Terus Meningkat
"Masyarakat kepulauan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan layanan kesehatan yang cepat, aman, serta berkualitas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca," ujarnya.
Ombudsman Babel mendorong pemerataan layanan publik di daerah kepulauan jadi prioritas. Penguatan infrastruktur transportasi dan penyediaan perahu ambulans dinilai penting untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah daratan dan kepulauan.








