• - +

Kabar Perwakilan

Tak Perlu Khawatir, Stok Beras di Batam Aman
PERWAKILAN: KEPULAUAN RIAU • Senin, 06/04/2020 •
 
Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari dalam sidak ke Gudang Bulog Batam.

SHARE

Batam (HK)-  Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari mengatakan bahwa stok beras untuk di Kota Batam aman. Hal itu diketahuinya saat melakukan inpeksi mendadak (Sidak) di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Batam di Jalan Krapu Batu Ampar.

"Inpeksi kami lakukan pada 3 April kemaren guna mengecek ketersediaan bahan pangan terkait dengan rencana Pemerintah Kota Batam akan menerapkan status Karantina Wilayah di kota Batam," ucap Lagat, Senin (6/4/2020).

Dikatakan Lagat, berdasarkan UU nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan pada pasal 8 menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama Karantina.

"Kami ingin memastikan kekuatan pangan sebagai syarat sebelum diberlakukannya karantina wilayah di Batam, jangan sampai menimbulkan persoalan nanti," ujarnya.

Lagat berharap agar masyarakat tidak perlu kuatir dan panik menghadapi rencana penerapan karantina wilayah, tidak perlu aksi memborong bahan-bahan pangan untuk distok dirumah karena jumlah stoknya dijamin Bulog.

"Jangan percaya dengan informasi yang tidak jelas sehingga menimbulkan kepanikan memborong pangan akan mengakibatkan harga-harga naik dan akan merugikan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Gudong Bulog, Amrin Harahap didampingi juru timbang Irwan menjelaskan ketersediaan logistik pangan yang ada, terdapat stok beras sebanyak 1.600 ton dan sedang bongkar muat dipelabuhan Batu Ampar sebanyak 2.000 ton. Semuanya adalah beras dengan kualitas sedang dan preminium.

Pasokan beras akan bertambah sebanyak 2.000 ton yang dalam proses pengiriman dari Jakarta. Sehingga nantinya jumlah stok di gudang mencapai 4.100 ton, yang dipastikan mampu mencukupi kebutuhan kota Batam dalam jangka 6 bulan kedepan.

"Pangan lain yang tersedia adalah minyak goreng kemasan sebanyak 6 ton dan daging kerbau kemasan dari India sebanyak 6 ton. Sedangkan ketersediaan gula pasir sudah tidak ada lagi pasokan dari Jakarta sejak akhir tahun lalu," ungkapnya.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...