• - +

Kabar Perwakilan

Soroti Sejumlah Persoalan di Malut
PERWAKILAN: MALUKU UTARA • Rabu, 03/02/2021 •
 
KUNJUNGAN: LSM LIRA dan GMBI sambangi kantor Ombudsman Malut, untuk mengetahui pengaduan masyarakat atas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan (foto: dok)

TERNATE - Lembaga social masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malut, bersama Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menyambangi kantor ombudsman Malut, kemarin (2/2). Kunjungan tersebut untuk mengetahui pengaduan masyarakat. GMBI juga menurunkan direktur pemberdayaan perempuan dan anak, ke Polsek Kecamatan Ternate Selatan.

Sehubungan dengan adanya laporan dari masyarakat terkait keenam pelaku pemerkosaan anak di bawah umur. Di kantor Ombudsman itu, GMBI dan LIRA menyoroti berbagai permasalahan di Maluku Utara, mulai dari masalah kekerasan dan asusila maupun masalah pertambangan yang merugikan masyarakat. Ketua GMBI Sadik Hamisi mengatakan, hadirnya PT TGM disinyalir ada permainan.

Sebab dalam mengeluarkan izin tanpa melihat RTRW. Menurutnya, jangankan pengoperasian yang akan dijalankan dalam merambah hutan di Taliabu, saat ini saja Taliabu sudah diancam bencana banjir. Apalagi ditambah lagi kehadiran perusahaan tersebut. Pihaknya juga meminta aparat penegak hokum agar segera menghentikan kegiatan apapun yang berkaitan dengan perusahaan, agar tidak terjadi musibah yang menambah beban hidup masyarakat.

"Apalagi dengan adanya pandemi melanda saat ini. Gabungan LSM akan mengawal masalah ini sampai ke meja hijau, untuk menyeret pihak-pihak terkait dalam illegal logging di Kabupaten Pulau Taliabu," Ujarnya.

Sementara itu, Ketua LSM LIRA Muchsin Abubakar, meminta kepada Pihak Pemprov agar jangan sewenang-wenang mengeluarkan izin. Menurutnya, Pemprov juga bisa diseret ke pengadilan karena telah melakukan maladministrasi, tanpa melakukan visibility study yang memadai terhadap lingkungan dan pemukiman warga.

"Kita berharap dari pihak kepolisian segera mengungkap aktor. Hal ini demi tegaknya keadilan," sebutnya. Muchsin menambahkan, dengan adanya keributan dari masyarakat, seharusnya aparat penegak hokum sudah bisa menyita alat yang siap beroperasi di lapangan. Karena masyarakat di Taliabu sangat berharap tindakan tegas kepada oknum-oknum yang bermain dengan nasib rakyat.

"Kita berharap kasus kemanusiaan dan asusila yang akhir-akhir ini mulai terkendali, seperti pemerkosaan, pelecehan dan perselingkuhan harus ada tindakan tegas. Sebab, terlepas dari hukum dunia ada yang lebih berat, yaitu hukuman Allah di akhirat," tutupnya.(mg-03/yun)





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...