• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Soroti Insiden Keracunan Siswa, Ombudsman Papua Barat Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis
PERWAKILAN: PAPUA BARAT • Selasa, 20/01/2026 •
 
Foto bersama Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Papua Barat dan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Manokwari. dokhumasoripb

MANOKWARI - Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Papua Barat menekankan perlunya evaluasi menyeluruh dan penguatan koordinasi antarpihak dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan menyusul adanya pemberitaan media massa terkait dugaan keracunan makanan serta temuan makanan tidak layak konsumsi di beberapa sekolah di Kabupaten Manokwari.

Langkah responsif diambil oleh Tim Ombudsman RI Papua Barat dengan melakukan monitoring langsung ke sejumlah satuan pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Selasa (20/2/2026).

Dalam keterangannya, Ombudsman Papbar menyoroti sejumlah masalah serius yang muncul di lapangan, seperti insiden keracunan, temuan makanan berjamur dan busuk, keterlambatan distribusi, hingga penggunaan kemasan tidak layak (kantong kresek) yang menyebabkan kerusakan makanan.

"Menanggapi kondisi tersebut, kami menyampaikan sejumlah saran perbaikan. Poin utamanya adalah peningkatan koordinasi lintas sektor dan pengetatan standar keamanan pangan (food safety). Aspek higienitas harus menjadi prioritas mutlak untuk mencegah keracunan berulang," tegas pihak Ombudsman Papbar.

Selain aspek keamanan, Ombudsman Papbar juga mendorong adanya variasi menu yang sesuai dengan standar gizi siswa, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang lebih ketat. Edukasi publik juga dinilai perlu diperkuat agar program ini berjalan tepat sasaran.

"Perbaikan ini mendesak dilakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan anak didik sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini sekaligus untuk mendukung efektivitas program MBG yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI," lanjut keterangan tersebut.

Adapun dalam kegiatan monitoring ini, Ombudsman Papbar mengunjungi tujuh titik sampel sekolah, yakni TK PGRI Taman Ria, SD Inpres 22 Wosi, SD Negeri 07 Sowi, SD Negeri 08 Arfai, SD Inpres 42 Taman Ria, SMP Negeri 4 Manokwari, dan SMA Negeri 2 Manokwari.

Monitoring ini bertujuan untuk memastikan kualitas, efektivitas, dan efisiensi pelaksanaan program, sekaligus mengidentifikasi masalah secara real-time untuk perbaikan berkelanjutan. (NT/ORI-Pabar)





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...