Percepat Proses Laporan Masuk, Ombudsman Babel Gelar Rapat Akselerasi

Melalui kegiatan program jemput bola seperti Ombudsman On The Spot dan Ombudsman Goes to School, Ombudsman Babel menerima 384 capaian aduan dari target 240 aduan dan melalui layanan konsultasi daring dan jemput bola Ombudsman Babel menerima 78 aduan dari target 10 aduan. Kemudian diperlukan akselerasi penerimaan dan verifikasi laporan masyarakat yang telah masuk ini untuk sinkronisasi kedalam Sistem Manajemen Penyelesaian Laporan Ombudsman RI atau biasa disebut SimpeL 4.0.
Di pembukaan kegiatan, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk terus menata percepatan pencapaian kinerja khususnya dalam substansi penyelesaian laporan.
"Kegiatan ini kemudian fokus pada apa yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga apa yang sudah ditargetkan dapat dicapai sesuai rencana. Capaian kinerja yang ada saat ini tentunya atas kerjakeras bersama. Kita ketahui bahwa standar kinerja akan cenderung berubah semakin kompleks dari waktu ke waktu sehingga perlu komitmen dan kontribusi yang lebih baik dan capaian kinerja ini hanya akan bisa kita capai dengan kesungguhan dan konsistensi bersama," ujarnya.
Di tahun 2023, Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan melakukan beberapa inovasi layanan untuk menjaring dan memperluas akses pengaduan masyarakat ke Ombudsman serta sosialisasi kelembagaan seperti konsultasi daring, layanan jemput bola, Ombudsman On The Spot setiap hari Rabu, Ombudsman Goes to School, Ombudsman Nampel dan layanan rutin lainnya. Dalam rapat akselerasi ini, akan dilakukan sinkronisasi administrasi untuk 308 Konsultasi Non Laporan dan 58 Laporan Masyarakat yang belum ter-input di Sistem Manajemen Penyelesaian Laporan Ombudsman RI atau biasa disebut SimpeL 4.0.
Berdasarkan data substansi aduan per 10 Maret 2023, substansi terbanyak adalah Hak Sipil dan Politik, terbanyak kedua adalah perhubungan dan infrastruktur, disusul kepegawaian, agraria dan pajak. Dilihat dari angka, Substansi Hak Sipil dan Politik sebanyak 52 aduan, perhubungan dan infrastruktur sebanyak 34 aduan, Kepegawaian sebanyak 32 aduan , Agraria sebanyak 26 aduan dan Pajak sebanyak 17 aduan.
Selain sinkronisasi aduan yang sudah masuk, dalam kegiatan juga memverifikasi 65 laporan masyarakat untuk diproses masuk kedalam pemeriksaan melalui pleno perwakilan. Selain itu kegiatan pemetaan strategi penyelesaian laporan masyarakat juga menjadi salah satu output yang diharapkan melalui kegiatan ini.
Terakhir, Yozar menyampaikan pentingnya sinergi dalam memenuhi perjanjian kinerja 2023.
"Terimakasih seluruh insan Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung yang telah bekerja keras mengejar prestasi bersama. Capaian prestasi tentunya tidak bisa dilakukan hanya satu arah bukan hanya keinginan satu atau dua pihak. Semoga kita bisa mempertahankan, konsisten dalam capaian kinerja dan fokus mencapai target yang sudah disusun," tutup Yozar.








