• - +

Kabar Perwakilan

Penjelasan Plt Dirut RSUD Raden Mattaher Terkait Temuan Ombudsman
PERWAKILAN: JAMBI • Jum'at, 27/09/2019 •
 
Drg. Iwan Hendrawan, Plt Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi / foto: istimewa

SHARE

Kajanglako.com, Jambi - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi, meninjau fasilitas pelayanan publik RSUD Raden Mattaher Jambi, dan ada beberpa yang menjadi temuan,  seperti  kamar rawat inap yang rusak, masalah air bersih, plafon bocor, dan kurangnya kursi untuk keluarga pendamping pasien.

Iwan Hendrawan, PLT Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi, mengklarifikasi terkait sejumlah temuan Ombudsman.

"Perlu kami luruskan rilis Ombudsman hasil kunjungan ke RSUD Raden Mattaher pada tanggal 23-24 september 2019 (senin-selasa) yang sampai saat ini kami belum menerima hasil temuan tersebut dan sudah menyebar ke media, sehingga muncul beragam komentar yang tidak memahami duduk permasalahannya," kata Iwan, Kamis (26/9).

Dijelaskan Iwan, persoalan beberapa kamar rawat inap yang tidak digunakan dan fasilitas yang rusak serta belum diperbaiki, "Dari awal bahwa RSUD Raden Mattaher kapasitas tempat tidur sesuai AMDAL yang boleh beroperasional 321 tempat tidur," kata Iwan.

Lanjutnya, mengenai pembangunan dan penambahan tempat tidur yang sudah mencapai 500 tempat tidur lebih tanpa ada IMB dan pengurusan AMDAL yang baru.

"IMB  kita selesaikan tahun 2018 dan penambahan tempat tidur tanpa pengurusan AMDAL adalah merupakan pelanggaran hukum dan kami telah diperiksa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, bahkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dimana rekomendasinya RSUD Raden Mattaher kembali jumlah 321 tempat tidur sesuai AMDAL yang lama," kata Iwan.

Mengenai ruang tunggu yang belum memadai, Iwan mengakui hal itu dikarenakan keterbatasan anggaran yang diberikan ke RSUD Raden Mattaher.

"Awalnya pelayanan cuci darah hanya 15 tempat tidur dan berada di lantai 2 poli jalan, tahun 2018 kita bentuk HD Centre sebanyak 42 tempat tidur, dimana persiapan dan rehab ruangan dengan pembiayaan murni pihak vendor (penyedia KSO) sebesar 1,6 M tanpa menggunakan uang negara sehingga pemerintah Provinsi Jambi diuntungkan.  Insya Allah dengan adanya perhatian dari anggota dewan yang baru, kami pihak RSUD Raden Mattaher dapat diberi tambahan anggaran untuk 2020 ke depan," kata Iwan.

Menurut Iwan, pihaknya juga terus berbenah menuju RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit pendidikan, dan beberapa waktu lalu menjalin kerja sama dengan tim FK-RSCM Jakarta.

"Kamar yang ada tidak bisa digunakan agar tidak melanggar hukum tentang lingkungan hidup.  Sebagian lagi kita alihkan untuk proses belajar dan mengajar mahasiswa kedokteran pendidikan FKIK UNJA, karena RSUD Raden Mattaher sebagai Rumah Sakit Pendidikan tanpa dilengkapi sarana dan prasarana serta pembangunan yang dari awal tidak dipersiapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan," ujarnya.

Selain itu, menurutnya sistem rujukan berjenjang yang menempatkan RSUD Raden Mattaher sebagai rujukan Provinsi, belum benar-benar berjalan sesuai aturan dikarenakan keterbatasan SDM dan sarana prasarana yang dimiliki RSUD kabupaten/kota serta RS swasta di Provinsi Jambi.

Terkait persoalan plafon yang belum diperbaiki, Iwan mengatakan pihaknya tengah fokus untuk menyelesaikan persoalan kebocoran karena gedung dibangun designnya tidak menggunakan  atap sehingga bocor dan membuat plafon bocor. "Setiap musim hujan kebocoran sampai ke ruang pasien dan hal ini menjadi keluhan masyarakat," sebutnya.

"Dari 2015 dikeluarkan biaya perbaikan yabg tidak sedikit oleh pemerintah, maka tahun 2017 kita hearing ke komisi DPRD provinsi Jambi tepatnya komisi 4 dan kami menyampaikan akar masalah dari atap yang tidak ada sehingga berapapun dianggarkan pasti tetap rusak dan kami anggap pemborosan uang negara, maka DPRD provinsi Jambi sepakat menganggarkan rehab pemasangan atap seluruh gedung rawat inap. Alhamdulillah pekerjaan penutupan atap di gedung rawat inap hampir 100 persen dan keluhan atas bocor teratasi. Insya Allah  tahun depan kita anggarkan perbaikan plafon dan bagian yang rusak jika disetujui oleh anggota DPRD provinsi Jambi yang baru," kata Iwan.

Iwan juga mengatakan pihaknya sangat memahami bahwa pelayanan, sarana prasarana di RSUD Raden Mattaher  masih perlu dibenahi dan penambahan. Hal ini semua tidak terlepas dari anggaran yang tersedia untuk RSUD Raden Mattaher.

"Kami berterima kasih sudah didatangi oleh Ombudsman, sehingga semua pihak dapat membantu untuk peningkatan pelayanan di RSUD Raden Mattaher," ujarnya. (Kjcom)



Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...