• - +

Kabar Perwakilan

Pelayanan Publik Diminta Tetap Prima
PERWAKILAN: KALIMANTAN UTARA • Jum'at, 14/06/2019 •
 
PELAYANAN: Tampak petugas gabungan tengah membantu salah seorang penumpang speedboad yang tengah sakit dengan cara ditandu./RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

SHARE

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Pasca hari raya Idulfitri 1440 Hijriah/2019 Masehi, pelayanan publik diminta untuk tetap prima. Tujuannya, agar masyarakat dapat terus merasakan pelayanan yang benar-benar menjadi haknya sebagaimana mestinya.

Demikian dikatakan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltara, Ibramsyah Amirudin saat diwawancara awak media Radar Kaltara kemarin (13/6). Dikatakannya juga, salah satu yang diminta untuk prima yakni di pelabuhan penyeberangan.

Petugas wajib memberikan pelayanan bagi masyarakat yang tengah sakit atupun memiliki keterbatasan lainnya. Sehingga mereka dapat merasakan bentuk kenyamanan saat menggunakan akses pelayanan publik. "Ya, salah satunya dengan membantu penumpang yang tengah sakit seperti yang saya lihat beberapa waktu terdapat penumpang sakit dan harus ditandu," ungkap pria yang akrab disapa Ibram ini.

"Hal-hal seperti itu memang sangat perlu untuk terus diterapkan di pelabuhan dan pelayanan publik lainnya. Sebab, ini akan menjadi suatu indikator dalam persoalan pelayanan publik," sambungnya.

Tak hanya itu,mengenai life jacket pun Ombudsman RI meminta agar dapat diperhatikan oleh setiap armada speedboad. Di mana life jacket yang digunakan harus benar-benar laik. Bahkan, seharusnya harus sesuai dengan apa menjadi dasar dalam aturan penyeberangan.

"Life jacket itu harus yang nyaman bagi penumpang. Tidak, asal life jacket yang justru dapat mengganggu kenyamanan penumpang saat digunakan di dalam armada speedboad," ujarnya.

Ditegaskannya, dalam mengubah tentang segala kebijakan itu, khususnya life jacket yang lain guna pelayanan prima. Maka, dibutuhkan ketegasan juga dari pihak petugas di pelabuhan. Sehingga seluruh pemilik armada dapat mematuhinya dengan baik.

"Saya sudah meminta secara langsung. Minimal, jika tidak bisa secara langsung diganti semuanya. Setengahnya dulu, pelan-pelan baru semuanya," katanya.

Namun, di sisi lain, pihaknya mengapresiasi atas upaya dan kerja keras petugas selama berlangsungnya penjagaan di lokasi. Sehingga sekalipun puncak arus mudik ataupun balik terjadi semua dapat berjalan dengan baik dan lancar. Meski, memang mengharuskan adanya beberapa armada yang terpaksa mengangkut dalam jumlah dua kali rute selama sehari.

"Tapi, itu tak masalah, termasuk mengenai adanya penambahan biaya. Karena memang itu kembali kepada kesepakatan antara penumpang dan pemilik speedboad sebelumnya," tuturnya. "Asal tetap aspek keselamatan dalam berlayan dijadikan nomor satu. Tidak hanya mengejar dari segi keuangan," timpalnya.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya pun mengaku akan tetap melakukan pengawasan-pengawasan dari pelayanan publik yang ada. Sehingga bilamana ditemui adanya suatu permasalahan. Maka, dipastikan akan ditindaklanjutinya sebagaimana prosedur yang sudah ada. Dan ini sebagaimana tugas Ombudsman RI sebagaimana mestinya.

"Ya, kami berharap dengan langkah ini sehingga pelayanan publik di provinsi termuda di Indonesia ini terus membaik. Tidak adanya suatu keluhan-keluhan yang muncul dari masyarakat. Dan tentunya, kami akan melakukan pengawasan sebagaimana mestinya," tuturnya.

Sementara, Kepala Pos Pelabuhan Kayan II UPP Kelas II Tanjung Selor, M. Zein saat itu dalam pertemuannya dengan Ombudsman RI memastikan akan menindaklanjutinya. Pasalnya, memang saran dan masukan dari Ombudsman RI ini dianggap dapat memberikan perubahan yang baik pada pelayanan publik yang ada. "Kita akan tindaklanjutinya dari masukan Ombudsman RI," ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, mengenai life jacket pun akan menjadi perhatiannya. Sehingga armada speedboad nanti akan memiliki life jacket yang kualitasnya lebih baik dari yang ada saat ini. "Tapi, pelan-pelan, karena memang harganya cukup mahal. Namun, itu tetap akan menjadi masukan kami juga guna peningkatan pelayanan yang ada," ujarnya.

Dari pantauan awak media, pelayanan pelabuhan di Kayan II, Tanjung Selor memang terbilang sudah cukup rapi dan tertib. Di mana sebelum armada speedboad itu berlayar. Petugas melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Baik, dari jumlah penumpang apakah sudah sesuai. Ataupun kelengkapan berlayar lainnya. 


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...