• - +

Kabar Perwakilan

Ombusman Sultra Meminta Polri Jika Pelaku Tertangkap Ungkap ke Publik
PERWAKILAN: SULAWESI TENGGARA • Senin, 30/09/2019 •
 
Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Tenggara (Sultra), Mastri Susilo

SHARE

Kendari - Mencermati situasi akhir-akhir ini di Kota Kendari, berkenaan dengan meninggalnya Immawan Randi dan Laode Yusuf Kardawi mahasiswa Universitas Halu Olelo (UHO) Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara, Mastri Susilo menyampaikan catatan penting dan posisi Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara.

Salah satunya ujar Mastri dalam press release nya bahwa secara kelembagaan pihaknya turut bersimpati dan merasakan duka mendalam, nurani dan kesedihan bersama keluarga korban.

"Kami telah mengunjungi orang tua korban di Muna. Menurut kami, Randi dan Laode Yusuf Kardawi adalah pahlawan demokrasi. Saya, kita semua dan bangsa ini berutang budi kepada keduanya. In Sha Allah almarhum Husnul khotimah," jarnya, Minggu (29/9/2019).

Selain itu katanya, Ombudsman mengucapkan terimakasih dan penghargaan dan apresiasi kepada tim dokter dan tim medis dari Rumkit dr Ismoyo Kendari, Rumah Sakit Abunawas, Rumah Sakit Bahtermas maupun dari Rumah Sakit lainnya yang telah melakukan penanganan korban yang jatuh pada Unras tanggal 26 September 2019. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Tim dokter yang telah melakukan otopsi Jenasah Almarhum Randi sehingga bisa membuka tabir awal penyebab meninggalnya.

"Bahwa sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam UU 37/2008 tentang Ombudsman RI, Ombudsman akan memastikan kepada Polri agar pelaku dan rentetan penanganan massa secepatnya diungkap dan disampaikan kepada publik. Hal ini penjadi penting, untuk membasahi batin publik yg akhir-akhir ini panas dan terluka. Dari aspek prosedur, apakah penanganan massa sesuai dengan Perkap tentang unras, SOP penanganan massa dan prinsip-prinsip hak asasi manusia," urainya.

Lanjut Mastri bahwa Gubernur, Forkopimda dan Walikota Kendari harus memastikan rasa aman dan nyaman khususnya kepada warga kota Kendari. Sedikitpun rasa aman, tidak boleh dikurangi oleh siapapun dalam situasi apapun. Selanjutnya, Penyelenggaraan pelayanan publik tidak boleh terbengkalai, warga harus mendapatkan jaminan pelayanan pemerintahan. Misalnya, tidak boleh ada alasan tidak masuk kantor, hanya karena alasan subyektifitas tidak aman dari aparatu sipil negara. Sementara ini belum ada peningkatan status keamanan dari otoritas keamanan. Artinya Kendari masih aman untuk beraktivitas.

"Terkait dengan rencana aksi massa lanjutan hari ini dalam rangka merespons meninggalnya Randi dan Laode Yusuf Kardawi, kami mengimbau dan berharap kepada massa aksi untuk menyampaikan aspirasi dengan damai, elegan dan menyerahkan poin-poin tuntutannya kepada lembaga yang berwenang di daerah. Hindari tindakan anarkisme dan vandalisme karena hal tersebut dapat merugikan kita semua. Satu yang pasti bahwa almarhum dan nilai-nilai perjuangannya akan terus hidup disetiap sanubari warga yang mencintai demokrasi di negeri ini. Kita kawal secara bersama-sama,'" paparnya.

Akhirnya ujari Mastri dalam rilisnya berpesan kepada jajaran aparat keamanan baik Polri maupun TNI, untuk menjaga dan mengawal massa aksi tanpa show of force kekuatan dan personil tetap mempedomani SOP dalam penanganan aksi unjuk rasa.

"Dekaplah massa aksi dengan kasih sayang, sebagai anak dan adik, toh merekalah generasi penerus dan pewaris negeri ini. Budayakan dialog dan persuasif dalam menangani massa. Dalam situasi seperti sekarang ini, aparat keamanan harus dapat memahami suasana kebatinan mahasiswa, dengan tetap mencegah massa aksi agar tidak melakukan tindakan anarkisme dan melawan hukum," imbuhnya

Selain itu lanjutnya untuk tetap menjaga kesejukan dan suasana damai, kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak di Sultra utk tetap menjaga kondusifitas dan menjaga suasana kebatinan dari keluarga korban.

"Dan diharapkan untuk tidak membuat stateman atau komentar baik melalui media sosial (fb, instagram maupun twiter) maupun media lainnya yang bisa membuat suasana gaduh dan mengganggu hubungan sosial kemasyarakat di Sultra," tutupnya. (**)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...