• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Tegaskan Pembangunan Gedung UIN Mataram Berpotensi Pidana
PERWAKILAN: NUSA TENGGARA BARAT • Selasa, 05/11/2019 •
 
Foto: Kepala Perwakilan Ombudsman NTB, Adhar Hakim (Foto by: Admin)

SHARE

Mataram (DetikNTB.com),- Sejumlah bangunan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang berada di Jempong diduga tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) berpotensi tindakan perbuatan melawan hukum.

"Itu bisa berpotensi menjadi perbuatan pidana. Bukan lagi sekedar maladministrasi," tegas Kepala Perwakilan Ombusman NTB, Adhar Hakim kepada media ini, Selasa (5/11/) di ruang kerjanya di Mataram.

Namun saran Adhar, agar semua itu tidak menjadi polemik dan menjadi gaduh, para pihak harus saling berkoordinasi dengan baik antara pemberi izin, pihak kampus maupun pihak terkait lainnya karena jika tidak dilaksanakan maka berpontesi perbuatan pidana.

"Jadi bukan ranah kami sebenarnya (soal pidana itu), tapi kami penyelenggaraan pelayanan publik terkait dengan perizinan untuk IMB segala macam itu menghimbau untuk berkoordinasi dengan baik karena itu mengelola ruang publik wajib hukum berkoordinasi dengan baik agar tidak menimbulkan polemik dan agar tidak menimbulkan persoalan-persoalan yang berdampak pidana," sarannya.

Pihaknya menegaskan, sebelum mulai membangun sebuah gedung maka diwajibkan bagi pengelola untuk menyelesaikan semua administrasi serta seluruh persyaratan yang sudah ditentukan oleh UU.

"Semua pihak, siapapun itu harus mentaati ya. Mekanisme, syarat-syarat lalu kemudian kewajiban-kewajiban (dalam rangka) mengelola ruang publik," tegasnya.

Sejauh ini pihaknya, informasi sejumlah persyaratan dalam membangun sejumlah gedung UIN Mataram termasuk diduga tidak mengantongi IMB dan sejumlah persyaratan lainnya tersebut belum ia dapatkan, namun yang pasti jika benar belum dilengkapi persyaratan maka segera harus dilengkapi.

Di hari yang sama juga ditegaskan Kabag Wasidik Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adji, SIK,.SH,. saat dikonfirmasi media ini bahwa sebelum membangun sebuah gedung mesti dilengkapi dulu syarat-syaratnya.

"Sesuai dengan prosedurlah, tahapan-tahapan harus dilengkapi. Kemudian kalau pembangunan itu apa, ada prosedurnya, izinnya apa dan lain-lain (IMB, Amdal dan sejumlah persyaratan lainnya)," terangnya.

Namun, pihaknya belum bisa berkomentar banyak soal tidak dikantonginya IMB dan sejumlah persyaratan itu, karena belum ada laporan yang masuk ke Polda NTB. Pihaknya mendorong kelompok masyarakat untuk melaporkan hal tersebut jika dinilai ada masalah.

Sementara di sisi lain, tim DetikNTB.com mencoba mengkonfirmasi kepada pihak pelaksana dan pihak UIN Mataram namun sama-sama bungkam, bahkan nomor WhatsApp tim DetikNTB.com diblokir oleh yang bersangkutan.

Untuk diketahui, sedikitnya ada 9 gedung baru megah yang yang tengah dibangun oleh UIN Mataram yang dikerjakan oleh Brantas Abipraya (Persero) bernilai ratusan milyar rupiah bersumber dari APBN.

Sejumlah gedung itu di antaranya Polyclinic, General Library & ICT Center, Integrated Class Room tiga gedung, Integrated Laboratory, Training Centre, Multi Purpose Building dan Research Centre dengan total luasnya sebesar 25.000 m2. (01)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...