• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Sumbar Terima Laporan 3 Kasus “Bully” oleh Guru pada Siswa
PERWAKILAN: SUMATERA BARAT • Selasa, 10/12/2019 •
 

SHARE

Langgam.id - Ombudsman Perwakilan Sumatra Barat (Sumbar) menerima tiga laporan kasus  bully  (perundungan) yang dilakukan guru untuk siswa di Padang.

Asisten Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Adel Wahidi mengatakan, periode akhir November dan pindah awal Desember, sepenuhnya mengejutkan Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat menerima laporan dari masyarakat yang terkategori  bully  yang terjadi di Sekolah.

"Bully untuk Ombudsman terkategori perbuatan tidak pantas, atau tidak etis yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan publik," katanya dalam siaran pers yang diterima Langgam.id, Selasa (10/12/2019).

Menurutnya, hal itu menjadi kewenangan Ombudsman, karena dilakukan di dunia pendidikan. "Pendidikan adalah misi negara yang menjadi objek pengawasan oleh Ombudsman," kata Adel.

Apalagi, menurutnya, bila itu dilakukan oleh seorang guru kepada siswa. "Guru termasuk pelaksana pelayanan publik di bidang pendidikan."

Orang tua datang langsung ke Ombudsman, menurut Adel, patut diapresiasi. "Bully pertama, dilaporkan oleh masyarakat terkait perkataan kasar pada seorang siswa oleh oknum guru di SDN 18 Koto Luar Kota Padang," katanya.

Siswa dari keluarga kurang mampu itu, menurutnya, dikasari oleh seorang guru dengan mengatakan "sampilik kariang" (sangat pelit), karena belum mampu membeli tongkat pramuka.

Kedua, perkataan tak patut juga dilaporkan oleh masyarakat terkait seorang guru di SDN 1 Alang Laweh Kota Padang.

Menurut pelapor, karena anaknya tidak bisa memahami pelajaran, sering dimarahi. Oknum guru itu berkata "Ndak ciek alah e pandai do" (tak ada satupun yang bisa).

"Orang tua melaporkan, sang anak menjadi takut datang ke sekolah dan meminta pindah dari sekolah tersebut."

Setelah mengajukan pindah, menurut Adel, juga tidak dilayani dalam pengurusan administrasinya oleh Sekolah dan Disdik.

Ketiga, di SMAN 10 Kota Padang dilaporkan, seorang oknum wakil kepala sekolah berkata kasar pada siswa yang orang tuanya dianggap vokal dalam mengkritisi kebijakan sekolah mengenai uang komite sekolah.

Menurut keterangan pelapor, anak-anak yang orang tuanya kritis di kumpulkan dan dikasari.

Adel menegaskan pihaknya bergerak cepat dalam hal ini. Minggu depan, kami jadwal pemanggilan pada semua pihak, kepala sekolah dan oknum guru dimaksud. Ia berharap agar sekolah lebih meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. (*/SS)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...