• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Soroti Kinerja Polisi di Manokwari
PERWAKILAN: PAPUA BARAT • Jum'at, 24/04/2020 •
 
Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat Musa Yosep Sombuk

SHARE

Manokwari- 

Ombudsman Perwakilan Papua Barat menyoroti kinerja Kepolisian di Kabupaten Manokwari dalam menindaklanjuti Maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz yang menerbitkan beberapa waktu lalu. Dengan adanya Maklumat tersebut, semestinya kondisi keamanan Kabupaten Manokwari saat pandemi Covid-19 semakin kondusif. Hal ini tidak terjadi, tindakan kriminalitas jalan raya semakin marak dan meresahkan masyarakat.

Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat Musa Yoseph Sombuk mengatakan bahwa patroli secara intensif dari Kepolisian untuk mencegah terjadinya tindakan kriminalitas di jalan raya belum maksimal. Padahal, patroli rutin menjadi salah satu langkah yang efektif menekan ruang gerak niat pelaku tindak kejahatan.

"Polisi cuma hadir pagi hari di jalan raya, setelah itu sepanjang hari tidak ada polisi lalu lintas di jalan-jalan. Saya melihat Polisi belum bekerja maksimal terkait Maklumat Kapolri ini" Ujar Sombuk.

Di masa pandemi Covid-19 ini lanjut dia, Polri semestinya meningkatkan patroli keliling malam hari dan razia kendaraan bermotor secara rutin. Metode ini dinilai mampu membasmi peredaran kendaraan bermotor hasil curian dan ruang gerak para pelaku kejahatan di jalan raya.

"Supaya motor-motor bodong itu ditahan karena pelaku begal ini sering menggunakan plat nomor yang sudah mati dan kendaraan curian tanpa ada plat nomor" tutur dia.

Musa menjelaskan, ada sejumlah dampak negatif yang ditimbulkan dari virus Korona ini dan salah satu yang akan sangat terlihat adalah masalah keamanan dan ketertiban lingkungan warga. Kedepannya ia menyarankan agar Polisi dapat membangun kerjasama dengan masyarakat dalam mengaktifkan kembali pos-pos siskamling.

"Patroli keliling ditempat-tempat yang dianggap rawan. Jangan sesekali kosong" kata Musa.

Jika aksi pembegalan terus terjadi, akan berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap kehadiran Polisi di Kabupaten Manokwari, sebab identitas pelaku sudah dikantongi namun belum ditangkap oleh Polisi.

"Pertanyaan masyarakat sekarang , apakah benar mereka (Begal, red) itu ditindak atau tidak. Jangan-jangan mereka dipelihara"  tegas dia.

Musa berharap pola kerja kolaborasi TNI / Polri dalam mendukung stabilitas keamanan di masa pandemi ini agar dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.

"Di Manokwari hadir Polda Papua Barat, Polres Manokwari dan jajarannya juga hadir Kodam XVIII Kasuari, Kodim 1801 Manokwari dan Fasharkan TNI AL. Kiranya semua pihak ini dapat bekerja sama untuk menjaga stabilitas kambtimas di Kabupaten Manokwari " tutup Sombuk. 

Sumber : Papua Barat News Edisi 24 April 2020


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...