• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Soroti Insiden Polantas Tendang Ojol di Bogor
PERWAKILAN: DKI JAKARTA • Selasa, 08/10/2019 •
 

SHARE

Bogor, Beritasatu.com - Ombudsman RI perwakilan Jakarta Raya menyoroti kasus dugaan kekerasan kepada pengendara ojek online (Ojol) oleh anggota Polri Sat Lantas Polresta Bogor Kota. Ombudsman menyebut ada dugaan maladimintrasi tindakan kesewenang-wenangan.

"Silakan kepada seluruh pejabat dalam menggunakan kewenangannya, jalankan tugas dan fungsinya tetap dalam koridor yang tidak melanggar hukum. Silakan tertibkan dengan tilang atau ditindak secara persuasif, jangan gunakan kekerasan," tegas Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, Senin (7/10).

Teguh menjelaskan, tim Ombudsman RI Jakarta Raya akan meminta informasi awal tentang penanganan kasus tersebut kepada Kasat Lantas Polresta Bogor Kota. Pengawasan Ombudsman diperlukan agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

"Jangan ada lagi oknum yang mencoreng citra kepolisian dengan arogansi, meski masyarakat melanggar, namun tindak saja sesuai prosedur, cukup ini yang terakhir," jelas Teguh P Nugroho.

Berdasarkan informasi yang diterima, saat ini oknum anggota Sat Lantas Polresta Bogor Kota telah dimutasi dan sedang dalam proses pemeriksaan Propam Polresta Bogor Kota. Ombudsman RI Jakarta Raya menilai, tindakan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, sudah tepat. Pada hari yang sama, telah diambil tindakan tegas.

Namun, kasus tersebut hendaknya dijadikan pembelajaran bahwa atasan setiap fungsi di Polri perlu memberikan atensi untuk mengingatkan setiap menjalankan tugas tidak menggunakan kekerasan.

"Ombudsman tentu mendorong Polri agar tidak selesai pada sanksi, tapi kepada seluruh pejabat di Polri untuk terus memperhatikan kualitas pelayanan sesuai dengan kewenangan tanpa kekerasan," tambah Teguh P Nugroho.

Selanjutnya, Ombudsman RI Jakarta Raya, dalam waktu 30 hari sejak kejadian, akan meminta keterangan mengenai hasil pemeriksaan di Propam Polresta Bogor Kota serta meminta Kapolresta Bogor Kota untuk melakukan analisis evaluasi pelayanan pada seluruh fungsi. "Setiap anggota Polri yang bersentuhan dengan masyarakat adalah bentuk pelayanan, maka jangan mencederai pelayanan dengan kekerasan," tutup Teguh P Nugroho.

Sebelumnya beredar video viral seorang polisi melakukan menendang dan memukul pengendara ojek online di Kota Bogor. Dari video, kejadian berada di Simpang Tugu Kujang, Jalan Otto Iskadandardinata, Sabtu (5/10/2019) siang.

Dalam video itu, nampak dua anggota polisi menghardik pengendara ojek online. Satu anggota polisi jalan sambil menendang. Sedangkan polisi lainnya, dengan suara keras menghardik.


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...