• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Sidak Lapas Kendari, Asrun dan ADP Tak Ada di Kamar Napi
PERWAKILAN: SULAWESI TENGGARA • Jum'at, 02/08/2019 •
 
Kepala perwakilan ombudsman Sultra, Mastri Susilo dan Kepala Kesistenan Bidang PL, Ahmad Rustan melakukan sidak pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari

SHARE

KENDARI, INIKATASULTRA.com - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Kantor Perwakilan Sultra melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Jumat 2 Agustus 2019.

Sidak yang dipimpin oleh Kepala ORI Kantor Perwakilan Sultra, Mastri Susilo bersama tim. Tim tiba di Lapas sekira pukul 13.40 WITA.

Setibanya di sana, tim langsung masuk ke dalam Lapas. Namun, tim sempat tertahan di ruang registrasi selama 30 menit.

Tim ORI Sultra lalu masuk mengecek kamar Napi yang ada di Lapas itu didampingi oleh Kepala Keamanan Lapas, R. Teja Iskandar dan Kasi Kamtib Elisa Pardede. Blok pertama yang dicek adalah Blok Hunian Narkoba, baru kemudian ke Blok Hunian Korupsi.

Menariknya, saat tim ORI Sultra melakukan pengecekan, tak ada Asrun dan Adriatma Dwi Putra (ADP), dua mantan Walikota Kendari ayah dan anak narapidana yang tersangkut kasus korupsi yang ditangkap KPK.

Asrun dan ADP baru ada setelah kurang lebih 30 menit tim ORI Sultra berada di dalam Lapas melakukan pengecekan. Asrun dan ADP muncul lewat pintu samping yang tembus ke selasar dekat pintu pemeriksaan tamu. Tak diketahui pasti dari mana dan kegiatan apa yang dilakukan kedua napi itu di luar kamar tahanannya.

Selain itu, tim ORI Sultra menemukan kejanggalan pada kamar napi yang dihuni oleh Asrun.

"Kamar Asrun sendiri, kasurnya lebih empuk. Ada alat exhause fan (penghisap udara), kipas angin, dan toiletnya toilet duduk. Itu berbeda sendiri dengan yang ada di kamar napi yang lain," beber Ketua ORI Kantor Perwakilan Sultra, Mastri Susilo.

Selain itu, ORI Sultra juga menemukan alat X-ray yang ditempatkan di depan ruang pemeriksaan tamu dalam kondisi rusak.

"Alat X-ray-nya rusak, kami rekomendasikan untuk diperbaiki. Selain itu CCTV juga harus diperbanyak, di semua selasar, kantin, poliklinik harus dipasang karena Lapas ini hanya punya 9 CCTV yang aktif," ungkap Mastri.

Sidak ini sendiri sebenarnya dilakukan guna menindaklanjuti kasus tertangkapnya seorang sipir Lapas Kelas IIA Kendari yang menjadi penyelundup narkotika oleh BNNP Sultra beberapa hari lalu. (RF)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...