• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman RI Perwakilan Riau INSPEKSI Mendadak ke DPKP Pekanbaru, Soroti Penanggulangan Kebakaran
PERWAKILAN: SUMATERA BARAT • Kamis, 25/07/2019 •
 
Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu berfoto bersama dengan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DKPP) Kota Pekanbaru berserta jajaran (Foto by Humas Ombudsman Riau)

SHARE

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ombudsman RI Perwakilan Riau inspeksi mendadak (sidak) ke DPKP Pekanbaru, soroti penanggulangan kebakaran, baik personil maupun perlengkapan.

Keberadaan tim pemadam kebakaran sangat penting, terutama dalam upaya penyelamatan dan mengurangi dampak kebakaran.

Ombudsman RI dan Ombudsman Perwakilan Riau menyoroti kesiapan tim pemadam kebakaran.

Rombongan datang untuk melihat pelayanan publik dalam penanggulangan bencana kebakaran.

Mereka melihat langsung kesiapan personel Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru pada Kamis (25/6/2019) siang.

Anggota Ombudsman Rl, Ninik Rahayu menyebut bahwa kedatangan mereka untuk melanjutkan proses kajian tentang pelayanan dinas pemadam kebakaran.

Ia menyebut bahwa kegiatan kejadian ini tidak dilakukan secara mendadak.

Mereka juga sempat melakukan inspeksi mendadak secara rutin setiap tahun.

Inspeksi mendadak digelar saat hari besar.

Ombudsman RI Perwakilan Riau INSPEKSI Mendadak ke DPKP Pekanbaru, Soroti Penanggulangan Kebakaran

Ombudsman RI Perwakilan Riau INSPEKSI Mendadak ke DPKP Pekanbaru, Soroti Penanggulangan Kebakaran (Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang)

Tim mendapati dinas pemadam kebakaran masih luput dari perhatian.

Mereka mendapati yang jadi perhatian hanya infrastruktur kendaraan dan transportasi.

"Maka ombudsman melihat ke damkar ini. Apakah saat semua sibuk lebaran atau natal, posisi damkar apakah siap sedia," jelasnya.

Ombudsman ingin melihat kewaspadaan dan kesiapan yang terus dilakukan.

Ia berpesan pada saat itu dinas harus tetap siaga.

"Walau bencana kebakaran tidak kita inginkan," ujarnya.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning mengakui bahwa response time dalam penanganan kebakaran masih di bawah Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Rsponse time saat ini berkisar 15 menit hingga 20 menit.

Sedangkan response time sesuai SPM sekitar 15 menit.

"Kita berupaya untuk mempercepat upaya tim dalam memadamkan api," terangnya usai kegiatan.

Burhan menyebut bahwa DPKP Pekanbaru masih kekurangan personel.

Mereka cuma memiliki 253 personel.

Seyogyanya mereka punya 300 lebih personel untuk penanggulangan bencana kebakaran di Pekanbaru.

Jumlah unit kendaraan pemadam juga masih kurang.

Saat ini ada 23 unit mobil pemadam kebakaran.

Tapi tidak semua unit kendaraan bisa beroperasi dengan baik.

Pekanbaru menjadi satu kota yang didatangi oleh rombongan Ombudsman RI.

Mereka juga datangi kota lainnya di nusantara seperti Bandung, Bekasi, Semarang, Solo, Gorontalo dan Banda Aceh.

Ombudsman RI Hitung Durasi Persiapan Damkar Pekanbaru Tangani Kebakaran

Rombongan Ombudsman RI melihat langsung para personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru bersiap untuk memadamkan kebakaran, Kamis (25/7/2019).

Para personel ternyata butuh waktu persiapan selama lebih dua menit.

Durasi ini mereka butuhkan untuk bersiap hingga mengendarai mobil pemadam keluar pos pemadam di Jalan Cempaka, Kota Pekanbaru.

Ombudsman menghitung langsung durasi persiapan para personel dalam simulasi mendadak itu.

Mereka ingin melihat kecepatan para personel DPKP Kota Pekanbaru menangani kebakaran usai menerima laporan.

"Kami berupaya untuk lebih cepat lagi, untuk meminimalisir dampak kebakaran," terang Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning kepada Tribun, Kamis (25/7/2019).

Burhan mengaku bahwa response time dalam penanganan kebakaran masih di bawah Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Rsponse time saat ini berkisar 15 menit hingga 20 menit.

Sedangkan response time sesuai SPM sekitar 15 menit.

"Kita berupaya untuk mempercepat upaya tim dalam memadamkan api," terangnya usai kegiatan.

Anggota Ombudsman Rl, Ninik Rahayu menyebut bahwa kedatangan mereka untuk melanjutkan proses kajian tentang pelayanan dinas pemadam kebakaran.

Ia menyebut bahwa kegiatan kejadian ini tidak dilakukan secara mendadak.

Mereka juga sempat melakukan inspeksi mendadak secara rutin setiap tahun.

Inspeksi mendadak digelar saat hari besar.

Tim mendapati dinas pemadam kebakaran masih luput dari perhatian.

Mereka mendapati yang jadi perhatian hanya infrastruktur kendaraan dan transportasi.

"Maka ombudsman melihat ke damkar ini. Apakah saat semua sibuk lebaran atau natal, posisi damkar apakah siap sedia," jelasnya.

Ombudsman ingin melihat kewaspadaan dan kesiapan yang terus dilakukan.

Ia berpesan pada saat itu dinas harus tetap siaga.

"Walau bencana kebakaran tidak kita inginkan," ujarnya.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...