• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman RI Kalsel Tingkatkan Kemampuan Menulis Opini
PERWAKILAN: KALIMANTAN SELATAN • Senin, 24/10/2022 •
 

Banjarmasin - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Peningkatan Kapasitas Insan Ombudsman dengan tema Teknis menulis Opini pada Senin (24/10/2022). Kegiatan ini digagas dalam upaya melatih Insan Ombudsman Kalsel agar aktif dalam menulis opini. Baik menulis opini pada media cetak, online serta menulis opini pada buku Ombudsman. Menulis merupakan salah satu cara/media Insan Ombudsman menyampaikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat khususnya mengenai pelayanan publik.

Jurnalis Banjarmasin Post, Anjar Wulandari  selaku narasumber mengatakan setiap orang yang memiliki pengetahuan dan mampu menulis, bisa menjadi penulis opini. Opini termasuk karya ilmiah populer. Penulisannya berdasar dalil-dalil ilmiah (data/fakta) yang ditulis dengan gaya bahasa populer, karena untuk dikomunikasikan kepada publik melalui media massa. 

Pada awal kegiatan, Anjar menjelaskan kepada Insan Ombudsman RI Kalimantan Selatan mengenai perbedaan antara penulisan berita, opini dan fiksi. Berita merupakan paparan fakta dan data tentang sebuah peristiwa, opini merupakan karya ilmiah populer berdasarkan data/fakta yang ditulis dalam bahasa populer, sedangkan fiksi merupakan tulisan berbasis khayalan atau imajinasi.

"Penulis dengan latar belakang bidang keilmuan yang dikuasainya, baik latar belakang pekerjaan maupun latar belakan pendidikan, akan mendapat tempat khusus di media massa jika menulis opini tentang bidang yang dikuasainya. Ini karena dia dinilai memiliki kompetensi untuk menulis. Sebaliknya, jika penulis menulis opini bukan berdasarkan bidang keilmuan yang dikuasainya, tidak akan mendapatkan tempat khusus pada media massa, hal ini dilakukan untuk memastikan pembaca mendapat informasi yang akurat dari orang yang berkompeten di bidangnya." Jelas Anjar

Anjar juga mengajarkan mengenai tahap-tahap dalam menulis opini. Mulai dari menentukan tema. Tema bisa didapat dari mana saja, bisa dari pengalaman pribadi, agenda tahunan dalam sebuah kalender, dan fenomena yang sedang populer. Kemudian, setelah tema sudah didapatkan, penulis dapat mengumpulkan banyak data dan fakta serta menyusun argumentasi yang kuat. Selain itu, penulis harus menulis dengan gaya penulisan yang ringan, singkat, jelas dan mudah dipahami serta menarik. terakhir, sebelum mengirim tulisan, ada baiknya penulis melakukan penyuntingan berulang pada tulisan sampai tidak ditemukan ejaan, tanda baca, dan susunan kalimat yang salah dalam tulisan.

Selanjutnya, Anjar juga menyampaikan struktur penulisan opini yang benar. Pertama, struktrur awal yang harus ada dalam opini adalah judul, karena Judul yang menarik dapat meningkatkan minat pembaca. Kedua, alenia pembuka dan lead.  Lead seperti etalase, harus dibuat menarik agar pembaca melanjutkan membaca. Karena itulah lead tidak memakai pemikiran yang klise, dan kalimatnya tidak panjang. Selain judul, menyajikan lead yang menarik juga menjadi strategi jitu untuk memikat perhatian editor di media massa, yang menerima kiriman tulisan opini.

Ketiga, isi/substansi tulisan yang berisi tentang gagasan apa yang ditawarkan, argumentasi dan data pendukung yang relevan. Selain itu keuntungan dan kerugian jika gagasan itu diterapkan atau tidak diterapkan. Dan terakhir, alenia penutup Bagian ini tak kalah penting, karena disinilah misi utama penulis opini disematkan. Bagian ini berisi kesimpulan dan rekomendasi solusi atau saran dari penulis.

"Kendati hal diatas merupakan bagian penting dalam opini yang perlu siapkan bahannya, tetap saja diperlukan panduan agar tulisan tidak keluar jalur dan tetap enak untuk dibaca serta mudah dituliskan. Untuk itu diperlukan outline yang mencantumkan segala hal direncanakan dan akan dituangkan pada tulisan opini. Outline ini juga untuk mengingatkan penulis agar tetap fokus atau tidak lupa pada hal-hal yang sejak awal ia tetapkan untuk ditulis. " tegas Anjar pada akhir kegiatan.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...