• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman RI Awasi Rencana Pembangunan Jembatan Rusak di Pidie, Aceh
PERWAKILAN: ACEH • Senin, 16/09/2019 •
 

SHARE

Tim Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Aceh akan meninjau lokasi jembatan gantung rusak yang kerap dilalui siswa ke sekolah, di Gampong Keutapang Aree, Kecamatan Delima, Pidie, Aceh. Peninjauan dilakukan guna mengawasi keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie untuk memperbaiki jembatan tersebut.

"Dalam minggu ini saya akan tugaskan Asisten Ombudsman RI (perwakilan) Aceh ke lokasi jembatan tersebut untuk monitor keseriusan Pemkab Pidie dalam perbaikan jembatan tersebut," kata Taqwaddin, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Senin (16/9).

Taqwaddin menyebut, dirinya telah mendapat informasi dari Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah T.M. Daud, jembatan gantung tersebut akan segera dikerjakan mulai besok. Menurutnya, Fadhlullah akan mengawasi sendiri perbaikan jembatan itu.

"Saya atas nama Ombudsman RI Aceh memberi apresiasi positif atas respons cepat dari Wabup Pidie sekarang ini," ujar Taqwaddin.

Diketahui, sebelumnya Fadhlullah turun langsung ke lokasi saat mendapat informasi ihwal jembatan yang rusak. Dirinya meninjau jembatan gantung kayu di Gampong Keutapang Aree pada Minggu sore (15/9). Di sana, Fadhlullah pun sempat menaiki jembatan dengan kondisi lantai bolong-bolong dan kayu lapuk tersebut.

Hasil pantauannya, kondisi jembatan tersebut memang sangat memprihatinkan. Oleh karenanya, Pemerintah Pidie akan segera memperbaiki jembatan tersebut dalam waktu dekat.

"Sudah kita anggarkan untuk perbaikan dalam APBK-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan) tahun 2019. Artinya, dalam waktu dekat akan kita perbaiki. Secara bertahap pasti akan kita perbaiki dan akan kita bangun baru jika belum ada dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat," kata Fadhlullah.

Jembatan tersebut kerap dilalui siswa sekolah dari tiga desa di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh. Mereka terpaksa menggunakan jembatan gantung kayu dengan lantai bolong-bolong untuk menyeberangi sungai demi sampai ke sekolah. Sejak diterjang banjir pada 2015, jembatan memprihatinkan itu belum pernah diperbaiki.

Jembatan gantung sepanjang 14 meter yang membelah Sungai Krueng Baro itu berada di Gampong Keutapang Aree, Kecamatan Delima. Jembatan ini menghubungkan tiga gampong, yakni Gampong Pante Aree, Keutapang Aree, dan Mesjid Aree di Kecamatan Delima.

"Selama ini tidak ada yang peduli. Saya sudah sampaikan soal ini ke Bupati Pidie. Saya datang ke rumahnya, tapi belum ada respons," kata Jawahir, Keuchik Gampong Keutapang Aree, kepada acehkini, Sabtu (14/9). []


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...