• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman NTT Soroti Angkutan Ekspedisi Via Kapal Feri Tanpa Tiket, Bayarnya ke Kapten
PERWAKILAN: NUSA TENGGARA TIMUR • Rabu, 20/05/2020 •
 
Ilustrasi kapal(Stewart Sutton)

SHARE

KOMPAS.com - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti kasus pembayaran biaya angkutan kendaraan ekspedisi yang dimuat kapal feri tanpa menggunakan tiket. Kasus itu disebut terjadi di rute Pulau Lembata-Pulau Adonara.

"Biaya angkutan kendaraan ekspedisi dari Lembata-Adonara pakai bayar langsung di kapten, apa masuk kas ASDP?" kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, seperti dilansir Antara, Rabu (20/5/2020).

Darius mengatakan, telah menerima keluhan dari pihak kendaraan ekspedisi tujuan Kupang-Lembata-Adonara yang kecewa karena tidak bisa membeli tiket langsung, melainkan via Lembata.

Pihak ekspedisi menyampaikan keluhan bahwa untuk rute Lembata-Adonara mereka sering membayar langsung di kapten kapal dengan kuitansi berupa tulisan tangan.

"Ini menjadi persoalan karena selisih harga per truk ekspedisi akibat tidak ada penjualan tiket langsung ini mencapai sebesar Rp 1,2 jutaan dibandingkan dengan rute sebaliknya," kata dia.

Harga tiket per kendaraan ekspedisi untuk rute Kupang-Lembata sebesar Rp 2.350.000 plus Rp 600.000 untuk Lembata-Adonara. Sedangkan rute sebaliknya Adonara-Kupang seharga Rp 1.740.000.

"Untuk rute sebaliknya Adonara-Kupang ada tiket langsung yang dijual meski via Larantuka dan lainnya, tapi kenapa tidak ada tiket langsung untuk Kupang-Adonara," katanya lagi.

Ia telah menyampaikan persoalan tersebut ke pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang dan Dinas Perhubungan NTT agar bisa diatasi. "Saya sudah sampaikan ke instansi terkait dan juga kepada pihak ekspedisi untuk memantau di lapngan, jika ini tidak dibenahi maka kami akan laporkan ke ASDP pusat," kata dia.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...