• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Kepri Ingatkan ATB Soal Proses Transfer Karyawan ke BP Batam Jelang Akhir Konsesi, 
PERWAKILAN: KEPULAUAN RIAU • Selasa, 13/10/2020 •
 
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Riau.

SHARE

Ombudsman Kepri mengingatkan BP Batam dengan proses transfer karyawan PT Adhya Tirta Batam (ATB) ke BP Batam jelang berakhirnya konsesi.

Menurut Ombudsman Kepri, ATB tidak boleh melarang karyawannya untuk mendaftar ke BP Batam.

Apalagi, hal ini diatur tegas dalam UUD 1945, khususnya pasal 28 D, dimana setiap orasng berhak atas pengakuan, jaminan dan perlindungan serta kepastian hukum yang adil.

Termasuk perlakuan yang sama di hadapan hukum.

Seperti diketahui, BP Batam membuka kesempatan untuk memasukkan lamaran, khususnya bagi karyawan PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk mengelola SPAM di Kota Batam.

"Artinya, siapapun tidak bisa dihambat untuk memajukan dirinya dan harus dilindungi. Setiap orang atau badan yang melanggarnya, berarti telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

"Kecuali sudah diterima bekerja, maka harus menentukan sikap. Menerima pekerjaan dan mengundurkan diri dari ATB," tambah dia lagi," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi, Lagat Siadari kepada TribunBatam.id, Selasa (13/10/2020).

Menurutnya, ikhwal transfer karyawan ini pernah dibahas pada pertemuan di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam.

Lagat menjelaskan, pengunduran diri bukan dimaknai para karyawan akan kehilangan hak-haknya.

Sebab, kata dia, kontrak ATB sendiri akan berakhir dalam waktu dekat.

Sementara itu, para karyawan membutuhkan kepastian.

"ATB tidak bisa menyandera posisi pegawainya. Ini sama saja memprovokasi keadaan ke arah sulit sehingga mempengaruhi pelayanan air pada masa transisi dan itu perbuatan tidak baik," sesalnya.

Dan jika itu memang terjadi, Lagat menyebut jika para pegawai dapat mengadukannya ke UPTD Pengawas Ketenagakerjaan.

Kedua pihak pun dapat melakukan mediasi, jika terdapat masalah. Bila solusi tidak tercapai, baik ATB dan BP Batam dapat menempuh jalur arbitrasi di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Jakarta.

"Sudah ada pembicaraan lanjutan melalui mediasi antara BP Batam dan ATB.

Inti hasil rapat tersebut bahwa keduanya berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan air tidak akan terganggu pada masa transisi. Soal aset dan yang lainnya akan dibicarakan secara musyawarah dan mufakat,"ungkapnya.

Berakhir Hari Ini

Badan Pengusahaan (BP) Batam masih membuka kesempatan untuk memasukkan lamaran, khususnya bagi karyawan PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk mengelola SPAM di Kota Batam.

BP Batam memberi batas waktu hingga 13 Oktober 2020.

Lewat dari tanggal itu, BP Batam akan menyampaikan ke PT Moya Indonesia sebagai pengelola air baku di Batam selama masa transisi untuk mendatangkan tenaga kerjanya dalam mengelola dan menghasilkan air baku yang memenuhi standar.

BP Batam dan PT Moya Indonesia terus berbenah jelang berakhirnya konsesi pada 14 November 2020.

Persiapan itu berkaitan erat dengan operasional pengelolaan air baku.

"Kami juga sudah mengirim surat elektronik kepada karyawan PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang telah mengirim email ke BP Batam pada bulan Mei 2020 lalu.

Maksud dari pengiriman e-mail ini adalah untuk mengumpulkan informasi yang terkait saja untuk di-input dalam program pelayanan SPAM masa transisi.

Dimana PT Moya Indonesia akan menjadi mitra BP Batam, sesuai keputusan lelang bulan September 2020," ujar Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Senin (12/10/2020).

Pengelola air baku ini pun, sudah menyatakan komitmennya untuk mengakomodir tenaga kerja dari Batam, khususnya karyawan ATB sebagai prioritas.

Jika jumlah karyawan belum mencukupi untuk menunjang operasional minimal pelayanan SPAM di Batam, PT Moya Indonesia siap untuk mendatangkan tenaga kerja berpengalaman di bidang masing-masing.

"PT Moya Indonesia sudah menyatakan kesediaannya untuk mendatangkan 261 tenaga kerja ke Batam, jika memang jumlah tenaga kerja berpengalaman untuk pengoperasian SPAM belum terpenuhi," ucap Dendi.

Jika masih ada beberapa kekosongan posisi, lanjut Dendi, akan diusahakan mengoptimalkan perekrutan tenaga kerja baru di Batam dan dilakukan transfer knowledge kepada mereka.

"Perlu kami informasikan juga bahwa BP Batam memberikan kesempatan memasukan informasi kesediaan karyawan yang saat ini masih menjadi karyawan PT ATB sampai dengan tanggal 13 Oktober 2020.

Setelah tanggal tersebut, BP Batam akan menyampaikan kepada PT Moya Indonesia dan meminta untuk segera didatangkan tenaga kerja untuk memenuhi standar guna melakukan operasional SPAM di Batam," ujarnya lagi.

Para tenaga kerja berpengalaman itu, kata dia, akan mulai didatangkan ke Kota Batam pada minggu depan untuk segera memulai orientasi dan persiapan lainnya.

"Tenaga kerja tersebut adalah mereka yang sudah mempunyai pengalaman di PT Moya Indonesia yang tersebar di berbagai daerah dan akan turut serta dalam operasional," sebutnya





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...