Ombudsman Kalsel Buka Ruang Kolaborasi dengan HMI Cabang Banjarmasin

Banjarmasin - Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik kunjungan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin di Kantor Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan, Kamis (27/8/2026). Kedatangan pengurus HMI tersebut bertujuan untuk mengundang Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan sebagai pembicara dalam Training Raya Tingkat Nasional pada September mendatang.
Kepala Keasistenan Pemeriksaan dan Verifikasi Laporan Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan Rujalinor, menegaskan pentingnya edukasi pengawasan pelayanan publik dalam pendidikan politik masyarakat. "Melalui edukasi politik, khususnya kepada mahasiswa, kesadaran kritis masyarakat dapat terus tumbuh. Dengan begitu, masyarakat dapat mengawasi secara bijak serta melaporkan segala bentuk maladministrasi dalam pelayanan publik," ujar Rujalinor.
Sementara itu, Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan Maulana Achmadi, menilai kolaborasi ini menjadi jembatan awal bagi masyarakat untuk mengakses konsultasi pelayanan publik. "Jika kawan-kawan HMI menemukan kerabat yang mengalami permasalahan pelayanan publik, ajak untuk berkonsultasi dengan kami lebih dulu. Layanan ini tidak dipungut biaya dan identitas pelapor dijamin dirahasiakan," terang Maulana.
Menanggapi hal tersebut, Ketua HMI Cabang Banjarmasin Eldi Bajasosa, menyambut positif ruang kolaborasi yang dibuka Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan. Ia berharap sinergi ini terus terjalin, baik melalui agenda formal maupun nonformal. "Komitmen kami adalah melahirkan kader-kader yang memberi manfaat bagi umat dan bangsa, salah satunya melalui tahapan pengabdian," kata Eldi.
Asisten Pencegahan Maladministrasi Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan Zayanti Mandasari, menambahkan bahwa dalam forum Training Raya nanti, Ombudsman akan menekankan pentingnya menagih janji politik yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik. "Dalam membaca kontestasi politik, fokus kami adalah bagaimana mencermati janji pelayanan publik para calon pimpinan. Saat ini, Ombudsman juga tengah melakukan penilaian standar pelayanan publik di seluruh wilayah Kalsel," pungkas Zayanti.
Melalui kemitraan ini, Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan berharap elemen pemuda dan mahasiswa dapat terlibat aktif menekan potensi maladministrasi di instansi pemerintahan daerah secara signifikan. (zm)








