• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Babel Tinjau KMP Gunsa 08, Ingatkan Risiko Keselamatan di Masa Mudik
PERWAKILAN: KEPULAUAN BANGKA BELITUNG • Kamis, 19/03/2026 •
 

Mentok - Di tengah padatnya arus mudik lebaran di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan peninjauan langsung hingga ke atas kapal penyeberangan pada Rabu (18/3/2026). Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa aspek keselamatan tidak tereduksi di tengah peningkatan intensitas pelayaran.

Salah satu kapal yang menjadi objek pemantauan adalah KMP Gunsa 08, kapal dengan Gross Register Tonnage (GRT) 1.276 yang memiliki kapasitas angkut 200 penumpang, 50 kendaraan roda dua, dan 60 kendaraan roda empat. Kapal ini menjadi bagian dari armada utama yang menopang mobilitas masyarakat pada lintasan Selat Bangka selama periode mudik.

Saat tim Ombudsman Babel melakukan peninjauan langsung, aktivitas awak kapal berlangsung cepat dan padat. Kendaraan terus diarahkan masuk ke lambung kapal, sementara penumpang bergerak menuju ruang tunggu. Dalam situasi dengan ritme tinggi seperti ini, potensi terjadinya pengabaian terhadap aspek keselamatan menjadi perhatian tersendiri.

Berdasarkan hasil pemantauan, Ombudsman Babel memastikan bahwa KMP Gunsa 08 telah melalui proses ramp check oleh KSOP Kelas IV Mentok sebagai syarat kelaikan operasi. Namun demikian, Ombudsman Babel menekankan bahwa pemenuhan administratif tidak boleh berhenti pada formalitas, melainkan harus tercermin dalam praktik di lapangan, terutama saat tekanan operasional meningkat.

Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman Babel, KGS Chris Fither, menegaskan bahwa lonjakan frekuensi pelayaran pada masa mudik kerap menjadi titik rawan dalam menjaga standar keselamatan.

"Ramp check bukan sekadar prosedur administratif. Tantangan sesungguhnya justru muncul saat intensitas pelayaran meningkat. Di situlah konsistensi penerapan standar keselamatan diuji," tegasnya.

Dari sisi operasional, nahkoda dan awak kapal menunjukkan kesiapan dalam menghadapi lonjakan penumpang. Frekuensi perjalanan bahkan direncanakan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari normal. Kondisi ini menuntut kedisiplinan tinggi dalam menjaga batas kapasitas serta prosedur keselamatan di setiap pelayaran.

Dalam keterangannya, nahkoda KMP Gunsa 08 menyampaikan bahwa seluruh kru berkomitmen untuk tetap mengutamakan keselamatan di tengah tingginya mobilitas penumpang.

"Momen mudik memang selalu padat, dengan frekuensi perjalanan yang meningkat. Namun kami tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, sekaligus memastikan penumpang tetap merasa nyaman selama di kapal," ujarnya.

Ombudsman Babel juga menilai bahwa ketersediaan sarana pengaduan di atas kapal merupakan bagian penting dari pengawasan layanan. Namun demikian, efektivitas kanal pengaduan tersebut tetap perlu diuji dari sisi aksesibilitas dan responsivitas, khususnya dalam situasi padat seperti arus mudik.

Lebih lanjut, Ombudsman mengingatkan bahwa tekanan operasional selama periode mudik tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas layanan. Pengelola transportasi penyeberangan diminta tidak hanya memastikan kelaikan armada secara teknis, tetapi juga menjamin bahwa setiap prosedur keselamatan dijalankan secara konsisten di lapangan.

Ombudsman Babel menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala, terutama pada titik-titik dengan tingkat kepadatan tinggi, guna memastikan bahwa pelayanan transportasi penyeberangan tetap berjalan aman, tertib, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. (*)





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...