Ombudsman Babel Soroti Kesiapan Panitia Tes Kesehatan Calon Praja IPDN 2026

PANGKALPINANG - Kesiapan panitia dalam menyediakan sarana dan prasarana serta merespons kendala di lapangan menjadi perhatian Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tes kesehatan tahap I seleksi penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 di Kantor Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan, Ombudsman Babel mengapresiasi kesiapan panitia dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tes kesehatan. Sarana dan prasarana dinilai telah dipersiapkan dengan baik, sementara kendala yang muncul selama pelaksanaan dapat direspons secara sigap oleh panitia.
Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kgs Chris Fither, menyampaikan bahwa kesiapan penyelenggara merupakan salah satu aspek penting dalam memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan dan tidak menghambat peserta dalam mengikuti tahapan yang telah ditetapkan.
"Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan panitia serta kecukupan sarana dan prasarana, sehingga tes kesehatan dapat berjalan dengan baik, transparan, dan akuntabel," ujar Fither.
Selain kesiapan teknis, Ombudsman Babel turut memperhatikan potensi kendala maupun keluhan peserta selama proses seleksi berlangsung. Hingga pelaksanaan tes kesehatan tahap I, belum terdapat keluhan peserta yang diterima Ombudsman terkait tahapan seleksi yang telah dilaksanakan.
Meski demikian, Fither menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengurangi pentingnya pengawasan terhadap setiap tahapan seleksi. Menurutnya, penyelenggaraan seleksi yang transparan dan akuntabel perlu didukung oleh kesiapan panitia, kepatuhan terhadap prosedur, serta respons yang baik terhadap kendala maupun pengaduan peserta.
Pengawasan tes kesehatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengawasan Ombudsman Babel terhadap seleksi penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2026. Ombudsman Babel berkomitmen untuk terus mengawal proses seleksi guna memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan serta menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan bagi seluruh peserta.








