• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman : Hak Siswa Mendapat Pengajaran
PERWAKILAN: SULAWESI TENGAH • Jum'at, 30/08/2019 •
 
Sofyan Farid

SHARE

Palu, Metrosulawesi- Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sulteng, Sofyan Farid Lembah, mengingatkan kepada sejumlah sekolah agar tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang merugikan siswa. Apalagi sampai menghilangkan hak siswa untuk menerima pendidikan yang baik.

Sebaiknya kata Sofyan, sekolah tidak melakukan langkah-langkah pemberian sanksi kepada siswa dengan cara tidak memberikan pelajaran di hari sekolah.

"Apalagi sampai memulangkan siswa yang terlambat masuk sekolah. Sebab, masih ada sekolah yang memberikan sanksi terhadap siswa yang lambat dengan memulangkannya, atau tidak mengizinkan lagi untuk masuk sekolah," jelas Sofyan di Palu belum lama ini.

Sanksi seperti itu, kata dia, justru memberikan dampak buruk bagi pertumbuhan siswa. Olehnya itu dia berharap, pihak sekolah menganulir kebijakan yang seperti itu, karena sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip perlindungan anak.

"Dengan tidak memberikan pelajaran kepada siswa, sama saja dengan menghilangkan hak siswa, dan menghilangkan kewajiban sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap siswa," tegasnya.

Meskipun, kata Sofyan hal itu kesepakatan bersama dengan orang tua siswa, namun prinsip-prinsip yang merugikan siswa ini harus dihapuskan. Dinas pendidikan dab Kebudayaan juga harus bertindak sesuai dengan kewenangannya.

"Kami dari Ombudsman Sulteng, jika ada orang tua yang keberatan dengan kebijakan-kebijakan sekolah yang merugikan siswa, silahkan melapor ke Ombudsman, kami akan memfasilitasi dengan pihak sekolah," katanya.

Kata Sofyan, sanski yang ideal jika ada siswa yang terlambat bukan dipulangkan, namun diberikan tambahan pelajaran seperti menghafal dan membaca. Apalagi pasca bencana, banyak kendala yang dihadapi siswa, sekolah harus mampu memahami hal ini.

"Kita berharap agar orang tua mampu menghadirkan anaknya tepat pada waktunya, namun pihak sekolah juga jangan semena-mena memberi sanksi dan seolah-olah sudah yang paling berkuasa memberikan sanksi kepada anak, apalagi sanksi tidak memberikan pelajaran," ujarnya.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...