• - +

Kabar Perwakilan

Nah Lho, Ombudsman Kalsel Pun Mulai Ikut Pantau Operasi Pasar
PERWAKILAN: KALIMANTAN SELATAN • Jum'at, 09/02/2018 •
 
Tak seperti biasa, Ombudsman Kalsel kali ini ikut memantau kegiatan operasi pasar yang dilakukan Bulog, Selasa (9/1/2018). (foto: Rizki)

SHARE

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN

Tak seperti biasa, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan kali ini ikut memantau kegiatan operasi pasar yang dilakukan Bulog, Selasa (9/1/2018). Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid, dan para Asisten memantau hingga ke pasar-pasar yang ada di Banjarmasin dan sekitarnya, antara lain: Pasar Antasari, Pasar Lama dan Pasar Kertak Hanyar. Pemantauan dilakukan bersama Agus Setiawan Kabid Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Kalsel, didampingi Budiawan, Kasi Analisa Harga Pasar Bulog Kalsel, dilansir dari rilis Ombudsman Kalsel yang diterima Bpost Online.

"Tujuan pemantauan ini untuk memastikan tersedianya beras murah bagi masyarakat, termasuk tersedianya gula dan minyak goreng dengan harga yg terjangkau sesuai harga eceran terendah," terang Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid.

Dari pemantauan, diketahui harga beras medium yang ditetapkan bulog yaitu Rp40.000 per 5 kg, atau Rp6.500 per liter. Sementara itu minyak goreng Rp12.000 per liter. Sedangkan gula Rp12.000 per kg. Dengan harga lebih rendah dari harga beras premium maka berarti ada alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan hasil pantauan, masyarakat memang masih memilih beras lokal, walaupun harganya jauh lebih mahal. Tersedianya beras bulog di pasar, untuk memastikan ada pilihan kualitas dan harga terendah. "Ombudsman juga ingin memastikan bahwa stok beras tersedia aman. Operasi pasar diperlukan agar ada stabilitas harga dan tersedianya layanan negara atas harga beras yang terjangkau" pungkas Majid perihal ikut turunnya Ombudsman dalam operasi pasar kali ini.


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...