• - +

Kabar Perwakilan

Kepala Ombudsman RI Aceh Desak Dinsos Aceh Segera Distribusikan Sembako Secepatnya
PERWAKILAN: ACEH • Selasa, 21/04/2020 •
 
Kepala Ombudsman Aceh, Taqwaddin Husin. Foto by Dok. Ombudsman

SHARE

Banda Aceh (ACEHPOST.ID) - Saya menerima banyak pertanyaan dari berbagai warga masyarakat, utamanya di pedalaman Aceh, seperti warga : Kec Terangon Kab Gayo Lues, Kec Jagong Jeget Kab Aceh Tengah, Kec Manggamat Kab Aceh Selatan, dan beberapa kabupaten lainnya, bahwa mereka hingga hari belum menerima paket bantuan sembako dari Pemerintah Aceh.

Demikian kata kepala Ombudsman Perwakilan Aceh Taqwaddin Husein dalam siaran persnya kepada acehpost.id, Selasa 21 April 2020

Padahal launching pendistribusian paket sebanyak lebih dari 61.000 paket sudah dilakukan tgl 8 April lalu oleh Plt Gub Aceh.

Tadi saya menelpon Pak Alhudri, tapi gak diangkat. Mungkin lagi sibuk. Lalu, saya menghubungi Sekretaris Dinsos Aceh, Pak Devi. Kebetulan konek dan saya mempertanyakan apa benar daerah-daerah pedalaman yang saya sebutkan di atas belum menerima paket bantuan sembako ?

"benar" kata pak Devi.

Pak Devi, yang saat ini berada di Aceh Tamiang dalam rangka mengantarkan bantuan tersebut, menjelaskan ke saya bahwa ada 19 truk yang digunakan untuk proses distribusi barang tsb, jadi tidak sekali jalan, barang-barang bantuan tersebut diberangkatkan dari Banda Aceh menuju ke Kantor Bupati atau Kantor Walikota yang dituju, lalu dari kantor bupati/walikota, diantar ke kecamatan dan desa untuk didistribusikan berdasarkan SK Bupati/Walikota yang menentukan siapa saja dan alamat penerima bantuan tersebut.

Masalahnya, hingga saat ini belum semua kabupaten/kota telah menerbitkan SK tersebut. Seperti misalnya, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan beberapa kabupaten lainnya.

Saya selaku Kepala Ombudsman RI Aceh, mendesak Dinas Sosial Aceh untuk bekerja ekstra keras untuk secepatnya mendistribusikan paket sembako, yang sudah dijanjikan akan diterima oleh Orang Miskin Baru (OMB) sebelum Ramadhan tiba.

Saya mendorong agar birokrasi prosedural dan seremonial dapat ditiadakan. Bila perlu langsung saja truk-truk angkutan barang tersebut diberangkatkan ke ibukota kecamatan masing-masing kabupaten.

Jika armada truk yang ada masih kurang, silakan ditambah. Apalagi untuk biaya penyaluran anggarannya Rp 600.000.000 (enam ratus juta).

"Hemat saya" anggaran sebesar ini cukup memadai.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...