• - +

Kabar Perwakilan

Cegah Corona, Ombudsman Minta Perketat Masuk NTB
PERWAKILAN: NUSA TENGGARA BARAT • Selasa, 07/04/2020 •
 
Petugas Pemkab Lombok Timur melakukan pengawasan dan penjemputan Pekerja Migran Indonesia melalui jalur bandara. (Foto: Tagar/istimewa)

SHARE

Mataram - Ombudsman Perwakilan NTB melihat peluang terbaik yang sebaiknya dilakukan Pemprov NTB serta pemkab dan pemkot dalam mengantisipasi pandemi Covid-19 ini adalah dengan terus menerus memperketat pintu masuk menuju NTB serta perkuat pelaksanaan social distancing dan physical distancing.

Ombudsman Perwakilan NTB bersama Ombudsman RI telah melakukan asesmen kesiapan rumah sakit di setiap daerah termasuk di NTB dalam menangani pandemi Covid-19.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat yang terjangkit Virus Covid-19 akan terus bertambah.

Asesmen itu menunjukkan permasalahan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), Alat Pengambilan Spesimen, ketersediaan logistik pelayanan kesehatan, sampai dengan anggaran biaya untuk penanganan Virus Covid-19 merupakan tantangan yang harus terus diperbaiki.

Hal itu juga termasuk kesiapan kantong jenazah yang tidak mudah tembus di satu atau dua rumah sakit yang juga minim.

Karena itu Ombudsman Perwakilan NTB dalam keterangan resminya yang diterima Tagar Selasa, 7 April 2020, menilai pilihan yang bijak jika bersama-sama terus mengupayakan memperketat pintu masuk NTB dan social distancing, daripada membuka peluang kian beratnya perkerjaan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di NTB.

"Seperti diketahui belakangan ini di sejumlah titik masih terlihat kondisi ketidak patuhan sejumlah pihak untuk mematuhi himbauan melaksanakan social distancing dan physical distancing," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim.

Padahal, menurut Adhar, hal tersebut sangat berisiko Virus Covid-19 menular dengan cepat. Ketidakpatuhan masyarakat juga dibarengi ketidaktegasan dari aparat keamanan untuk membatasi kontak langsung diantara masyarakat.

"Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat yang terjangkit Virus Covid-19 akan terus bertambah di wilayah NTB," ungkap Adhar.

Data terakhir per tanggal 6 April 2020 menunjukkan peningkatan dengan jumlah pasien di NTB yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 10 orang yang tersebar di empat kabupaten dan kota, bahkan satu diantaranya meninggal dunia.

Sementara jumlah Pasien dengan Pengawasan (PDP) berjumlah 93 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 2.992 orang. []





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...