• - +

Kabar Perwakilan

Bea Cukai Denpasar Raih Predikat WBBM, Ombusman Umar: Diharapkan jadi Contoh Satker Lainnya
PERWAKILAN: BALI • Selasa, 15/12/2020 •
 
Kepala Ombudsman Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab

DENPASAR, balipuspanews.com - Bea Cukai saat ini sudah meraih predikat sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2019. Tapi kini Bea Cukai Denpasar akan terus berusaha untuk membangun zona integritas menuju kantor berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Keberhasilan ini diapresiasi oleh Ombudsman RI Perwakilan Bali sebagai salah satu lembaga pengawasan lembaga negara.

Dalam acara Pencanangan Zona Integritas menuju WBBM di Kantor Bea Cukai Denpasar di Jalan Tukad Badung, Denpasar Selatan, Selasa (15/12/2020), Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Kusuma Santi Wahyuningsih mengatakan pihaknya akan terus memberikan pelayanan dengan berbagai inovasi seperti SI MADE BC DENPASAR, SI PERBEND, dan inovasi di bidang pengawasan dan lainnya.

Dijelaskannya selama masa pandemi Covid-19, pihaknya telah berhasil melakukan ekspor komoditi Bali ke berbagai negara. Yakni ekspor manggis, baby buncis, karang hias, kakao organik. Bahkan, selama wabah Covid-19 ini produk dalam negeri bisa merajai pasaran.

"Barang dalam negeri ini bisa menguasai pasar dengan baik tentu membutuhkan dukungan. Termasuk Bea Cukai membutuhkan dukungan TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Salah satu kuncinya adalah pengawasan terhadap barang-barang ilegal menguasai pasaran," tegas Wahyuningsih.

Keberhasilan Bea Cukai Denpasar ini diapresiasi oleh Kepala Ombudsman Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab. Ia mengatakan tindak pidana korupsi adalah perbuatan yang memalukan. Sebab, korupsi ini sudah merampas hak orang lain secara ilegal.

"Korupsi itu bukan untuk kepentingan negara tapi kepentingan pribadi dan kelompok. Bea Cukai Denpasar saya harapkan menjadi contoh bagi Satker lainnya," tegas Umar.

Diungkapkannya, selama ini banyak masyarakat menaruh curiga terhadap pejabat negara atau lembaga negara, meski sudah berkali-kali menyatakan ke publik bebas dari korupsi.

"Untuk itu lembaga negara harus bisa menunjukkan konsistensi. Artinya kegiatan yang kita gelar hari ini tidak sekadar seremoni saja. Tapi ke depannya harus menunjukan konsistensi," pintanya.

Selain itu Umar mengatakan konsistensi merupakan salah satu cara untuk meyakinkan masyarakat secara perlahan-lahan bahwa suatu lembaga bebas dari korupsi. Konsistensi itu tidak hanya dilakukan oleh para pimpinan tapi sampai pada lapisan paling bawah. Bahkan sampai pada Satpam dan cleaning service.

"Jangan sampai si A mengatakan lain si B mengatakan lain. Bila itu terjadi maka muncullah kecurigaan buruk dari masyarakat. Terapkan standar yang baku. Jangan sampai dalam satu lembaga beda standar. Misalnya tentang perizinan. Pakai aturan baku dan dijalankan secar konsisten. Jangan sampai maladministrasi," tegasnya mengakhiri.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...