• - +

Kabar Perwakilan

Alat Sidik Jari Mempersulit Penanganan Pasien BPJS
PERWAKILAN: D I YOGYAKARTA • Kamis, 08/08/2019 •
 
Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Daerah Istimewa Yogyakarta Dadan Suharmawijaya. Medcom.id/Patricia Vicka

SHARE

Kompartemen Hukum, Advokasi, dan Mediasi Persatuan Rumah Sakit (Persi) DIY Banu Hermawan mengatakan, pelaksanaan sistem sidik jari di lapangan banyak terkendala.

"Jadi masalah saat mau finger print ke orangnya sudah tidak bisa beraktivitas seperti koma dan bayi. Itu yang jadi sulit," ujar Banu di Kantor ORI DIY jalan Wolter Monginsidi Yogyakarta, Kamis 8 Agustus 2019.

Pihaknya juga mengeluhkan aturan BPJS yang tidak akan membayarkan klaim pasien tidak melakukan sidik jari.

RS Sardjito telah menerapkan aturan finger print ke pasien BPJS. Namun, penerapan ini baru dilakukan di pasien bagian jantung, mata, rehabilitasi medik dan rawat inap. Kurangnya alat sidik jari turut membuat kebijakan tersebut tidak bisa diterapkan menyeluruh.

Persi DIY menuntut BPJS turut memberi bantuan alat sidik jari ke pengelola rumah sakit jika kebijakan ini dapat optimal.

Sidik jari untuk mempermudah

Kepala BPJS Cabang Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti mengatakan kebijakan penerapan sidik jari dibuat untuk mempermudah klaim pasien BPJS. Kebijakan ini sudah dilakukan di seluruh rumah sakit di cabang Yogyakarta.

"Tidak ada kendala. Kalau masih ada kendala dan lain, artinya akan ada penyempurnaan," kata dia dilokasi yang sama.

BPJS Cabang Yogyakarta telah memberikan bantuan pemindai sidk jari ke rumah sakit pemerintah.

Perwakilan ORI DIY Dadan Suharmawijaya mengatakan pihaknya tengah mengkaji laporan dan keluhan dari perwakilan rumah sakit. ORI juga masih menggali data dan fakta serta informasi di lapangan sebagai bahan untuk mengeluarkan saran. (SUR)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...